Ide Bangun Aplikasi Hobi-ku untuk Bertemunya Ragam Komunitas di Medan
Hobi-ku adalah sebuah wadah bertemunya sesama komunitas olahraga, kesenian, ataupun keterampilan dengan pihak pemilik fasilitas.
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berawal dari seringnya kesempatan bermain futsal saat jam-jam kampus kosong, Michael Loi dan belasan temannya berpikir bagaimana cara mengetahui lapangan futsal mana di Medan yang kosong secara tiba-tiba.
Oleh karena itu secara “kecelakaan” Michael mencetuskan ide membentuk sebuah aplikasi bernama Hobi-ku. Ide Hobi-ku pun sontak disetujui oleh mayoritas teman-temannya yang juga kebetulan satu jurusan di Fakultas IT Universitas Sumatera Utara.
Tribun Medan pun berkesempatan mendengarkan cerita mahasiswa berdarah Nias ini di Komplek CBD Polonia, Jalan Padang Golf, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Rabu (3/7/2019). Michael pun membeberkan tujuan lebih yang mendasari dirinya membangun aplikasi Hobi-ku.
“Jadi aplikasi ini kami buat awal-awal Tahun 2016. Selanjutnya kami coba eksekusi dengan patungan bersama teman-teman. Hobi-ku adalah sebuah wadah bertemunya sesama komunitas olahraga, kesenian, ataupun keterampilan dengan pihak pemilik fasilitas ataupun masyarakat yang membutuhkan kumpulan penggemar tersebut” ujar Michael Loi yang dating bersama temannya Daniel Morris Manurung.
Michael berujar bahwa aplikasi Hobi-ku akan mempermudah para komunitas berinteraksi sesama komunitas lainnya dalam waktu secepatnya (realtime) dan dalam keadaan yang sangat-sangat dibutuhkan.
Sebagai contoh, jelas Michael, saat teman-teman mahasiswa punya jam kuliah kosong, ingin menyempatkan waktu tersebut bermain futsal, bulutangkis ataupun bermain musik di studio, bias mencoba mencarinya di aplikasi Hobi-ku. Dari aplikasi Hobi-ku dapat dilihat lapangan futsal mana yang kosong, lapangan badminton mana yang kosong ataupun studio mana yang kosong di daerah Medan untuk disewa.
“Soalnya kan untuk mencari-cari lapangan ataupu studio kan memakan waktu. Nanti saat kita sudah sampai di lokasi, eh tahu-tahu udah dibooking orang. Kan sayang waktunya,” jelas Michael.
Lebih lanjut, aplikasi Hobi-ku bahkan dapat memberikan benefit (keuntungan) bagi para komunitas yang bergabung dalam Hobi-ku. Diantaranya, para komunitas memungkinkan untuk diakses oleh para pengusaha di Kota Medan yang membutuhkan mereka sebagai pengisi hiburan suatu acara, atau hanya untuk mencari lawan latih tanding
“Misalnya nih, ada komunitas parkour yang dicari-cari oleh perusahaan untuk jadi pengisi acara, bisa bertemunya dari Hobi-ku. Atau teman-teman yang cari lawan tanding. DI sini (Hobi-ku) semuanya bisa bertemu,” kata Michael.
Butuh Dukungan Investor dan Pemerintah
Perjalanan untuk melaunching Start-up Hobi-ku rupa-rupanya memiliki jalan terjal. Ya, sementara waktu Hobi-ku masih belum bisa mewadahi keinginan seluruh komunitas di Kota Medan lantaran masih dibutuhkan penjajakan ke pengusaha-pengusaha pemilik lapangan/studio di Kota Medan.
Penjajakan itu diakui Michael saat ini sedang giat dirinya lakukan bersama ketiga teman-temannya yang lain. Beberapa pemilik lapangan maupun studio sudah mereka temui satu persatu untuk bekerjasama dengan mereka.
“Saat ini sedang kita laksanakan penajajakan dengan mereka. Kita ajukan juga proposal proposal dan diskusi untuk memahami mekanisme Hobi-ku ini,” kata Michael.
Ditambahkan Daniel, teman Michael yang ikut merintis Hobi-ku bahwa kendala lainnya adalah kebutuhan mereka akan adanya sponsor yang mau ikut mengembangkan startup yang mereka rintis ini.
“Banyak hal yang kami butuh seperti izin legalitas, perangkat tambahan dan fitur-fitur lainnya agar menambah kepercayaan calon customer kami nantinya. Untuk membangun sampai saat ini, kami sudah habiskan puluhan juta. Dan masih butuh sokongan lainnnya agar kami lebih tumbuh dan menghadirkan fitur-fitur tambahan,” kata Daniel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ide-membuat-aplikasi-bernama-hobi-ku.jpg)