Medan Plus Fokus Dampingi Terdeteksi HIV/AIDS dan Napza

Menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan Korban Narkoba Dan Misi meningkatkan mutu hidup ODHA & Korban Narkoba.

Medan Plus Fokus Dampingi Terdeteksi HIV/AIDS dan Napza
TRIBUN MEDAN/HO
Foto Bareng Komunitas Medan Plus. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lahir di kota Medan pada tanggal 23 September 2003,  dengan gagasan empat orang, yakni Eban Totonta Kaban, Tori Brahmana dan 2 orang lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya, mereka membentuk Komunitas Sosial Medan Plus.  

Gagasan Komunitas ini dibentuk untuk memberikan  dukungan kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dan Korban Napza.

Mereka meyakini adanya kesulitan-kesulitan yang dihadapi seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS

Diawali dari setelah melewati masa awal yang sulit, harus menjalani hidup dengan HIV dan lepas dari jeratan narkoba. Maka muncullah keprihatinan bagaimana dengan orang lain yang mengalami masalah yang sama. 

Dengan rasa percaya bahwa dengan membantu orang lain (terutama yang senasib) akan mendapatkan kekuatan. Dari sebuah kesamaan pemikiran yaitu, tidak penting berapa lama hidup, tetapi lebih penting apa yang bisa dilakukan selama hidup. Dari kesamaan pemikiran itulah maka terbentuklah sebuah Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang di beri nama Medan Plus Support (MPS). 

"Seiring berjalannya waktu, KDS Medan Plus Support berubah menjadi sebuah organisasi berbadan hukum pada Juni 2006. Dukungan secara individu menjadi dukungan dengan pembentukan organisasi berbasis komunitas lainnya di berbagai wilayah di Sumatera Utara dan Aceh," ujar Yuda, salahsatu relawan Medan Plus.

Keanggotaan KDS MPS semakin bertambah dan tuntutan kebutuhan anggota juga semakin meningkat. Melihat keadaan ini, Imbuh Yuda, KDS Medan Plus Support (MPS) berinisiatif untuk mengembangkan tugas dan fungsinya. Yang pada akhirnya, tanggal 1 Juni 2005, KDS Medan Plus Support (MPS) menjadi sebuah lembaga resmi yang bernama Medan Plus. Dengan Visi.

“Menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan Korban Narkoba Dan Misi meningkatkan mutu hidup ODHA & Korban Narkoba” “Mendorong terciptanya Lingkungan yang kondusif bagi ODHA dan Korban Narkoba”, ujar Yuda, Rabu (10/7/2019).

Medan Plus menilai Peningkatan kasus HIV AIDS dan Narkoba di Sumatera Utara saat ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak tanpa terkecuali. Dilihat dari data temuan kasus HIV AIDS dan Narkoba di Sumatera Utara yang telah menunjukkan trend peningkatan dari tahun ke tahun.

Dari data Yayasan Medan Plus sendiri, angka kasus HIV AIDS hingga Juni 2019, telah mendampingi ODHA sebanyak 10.189 orang, yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, dan Provinsi Bangka Belitung, kota Pangkal Pinang sebanyak 619 orang dan Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu Kab. Rejang Lebong sebanyak 502 orang. 

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved