PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra

PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra

PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUN-MEDAN.Com - PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra.

//

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mempermasalahkan pelanggaran TSM dalam penyelenggaraan Pemilu.  

Baca: Lowongan Kerja Hari Ini, Minimal Lulusan SMA/SMK di 3 BUMN: Bank BTN, Angkasa Pura - Pelni,Syaratnya

PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra
PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra (Foto: Antara)

Keduanya kini mengajukan kasasi sekali lagi ke Mahkamah Agung (MA) dan telah diregister dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019.

Perkara ini kini sedang diperiksa MA yang tengah dalam proses menunggu tanggapan KPU dan Bawaslu selaku Termohon.

Hal itu dikatakan oleh Kuasa Hukum Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widowo dan Kiai Maruf Amin Profesor Yusril Ihza Mahendra, Selasa (9/7/2019).

Dijelaskan Yusril, pengajuan perkara kasasi kedua kalinya ini dilakukan seminggu setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Prabowo dan Sandiaga tentang kecurangan dan pelanggaran TSM dalam Pilpres 2019.

"Prabowo dan Sandiaga memberi kuasa kepada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Nicholay Aprilindo Associates untuk menangani perkara ini," ungkap Yusril.

Dijelaskan kembali, perkara tersebut sebelumnya telah diajukan ke Bawaslu oleh Ketua BPN Prabowo Sandiaga, Djoko Santoso, tetapi lembaga pengawas Pemilu itu menyatakan perkara pelanggaran Administrasi TSM yang diajukan oleh BPN Prabowo Sandi itu “tidak dapat diterima” (N.O. atau niet ontvanklijk verklaard).

Artinya, lanjutnya materi perkaranya tidak diperiksa samasekali oleh Bawaslu karena tidak memenuhi syarat formil.

PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra
PRABOWO-Sandi Terkini Persoalkan Lagi Kecurangan - TSM Pilpres ke MA, Dijawab Yusril Ihza Mahendra (Instagram Sandiaga Uno)
Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved