Flu Singapura Merebak di Kota Medan, Dinas Kesehatan Ungkap Fakta Berbeda

Menurut dr. Mutia, bahwa pihaknya akan kembali melakukan penelusuran jika memang benar kasusnya telah ditemukan.

TRIBUN MEDAN
Virus flu singapura yang dialami oleh anak-anak yang menimbulkan bintik-bintik merah dan berisi seperti air. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Merebaknya penyakit flu singapura yang menjangkiti anak-anak di Kota Medan beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan pun akhirnya angkat bicara terkait hal tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Medan, dr Mutia mengatakan bahwa terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk menelusuri penyakit flu Singapura yang terjadi di Kota Medan.

"Kita mendapatkan informasi bahwa kejadian itu terjadi di Kecamatan Medan Johor. Kita pun langsung turun untuk mengecek kebenarannya," kata dr Mutia, Jumat (12/7/2019).

Ia menambahkan bahwa dari hasil kroscek di lapangan tidak ada satupun pasien yang menderita penyakit tersebut.

"Kami sudah telusuri, tapi memang enggak ada ditemukan pasiennya. Maka penelusurannya kita hentikan dulu. Jika ada, pihak kita langsung turun ke lapangan untuk mengeceknya," ujarnya.

Menurut dr. Mutia, bahwa pihaknya akan kembali melakukan penelusuran jika memang benar kasusnya telah ditemukan. 

Baca: Virus Flu Singapura Marak di Kota Medan, Ahli Kesehatan Ungkap Cara Penularan

Baca: Waspada, Virus Flu Singapura Menyebar di Kota Medan, Banyak Anak Kecil Terjangkit

Hal itu dikarenakan pihaknya memang harus bergerak cepat guna mencegah Flu Singapura mewabah.

"Meski nihil, kami akan terus melakukan pemantauan," katanya.

dr. Mutia mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya juga belum bisa membenarkan kabar yang menyatakan masyarakat terserang positif penyakit tersebut. 

Sebab, fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di lingkungan mereka seperti di Kecamatan Medan Johor juga tidak ada memegang data rekam medik pasien yang diduga terjangkit Flu Singapura.

"Jika memang benar ada dan sudah sembuh, kemungkinannya tempat mereka berobat tidak ada memberikan laporan. Kalau berobat di klinik, Puskesmas atau rumah sakit, tentu ada rekam mediknya," ungkapnya.

dr. Mutia menjelaskan bahwa bisa saja penyakit yang dikabarkan menyerang sejumlah balita tersebut memang bukan penyakit flu singapura.

Namun, bisa saja gejalanya menyerupai tetapi ternyata penyakitnya berbeda.

"Perlu diagnosa, dan diagnosa itu harus didukung penunjang laboratorium. Tidak bisa kita sembarangan membilang itu adalah Flu Singapura," jelas dr Mutia.

Oleh karena itu, dr. Mutia mengimbau bahwa meskipun flu Singapura itu belum dapat dipastikan, maka masyarakat diharapkan agar dapat terus menjaga kebersihannya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved