Share Stories Charity Team Konsisten Berbagi Selama 8 Tahun
Seperti saat disambangi tribun Medan belum lama ini, SSTC mengadakan donor darah dan cek kesehatan gratis pada masyarakat.
Share Stories Charity Team Konsisten Berbagi Selama 8 Tahun
TRIBUN-MEDAN.com - Sudah menjadi agenda rutin bagi komunitas Share Stories Charity Team (SSCT) berbagi dan memberi manfaat bagi yang membutuhkan.
Komunitas sosial yang sudah berdiri sejak 8 tahun ini memang dikenal sebagai komunitas sosial teraktif yang rutin menggelar kegiatan-kegiatan sosial hingga ke pelosok Medan.
Seperti saat disambangi tribun Medan belum lama ini, SSTC mengadakan donor darah dan cek kesehatan gratis pada masyarakat.
Pengurus komunitas Share Stories Charity Team (SSCT), Jeanny Puansari (40) mengatakan kegiatan donor darah memang rutin mereka laksanakan selama 3 bulan sekali.
Selain itu komunitas SSTC kata Jeanny rutin sebulan sekali melaksanakan bakti sosial.
"Komunitas kita sudah ada sejak 8 tahun lalu, awal mulanya temen saya buat kegiatan berbagi, dan kami rasa ini bagus karena bermanfaat bagi banyak orang, dan akhirnya kita buat komunitas, anggota kita memang sedikit, tapi kita tetap konsisten, jalan terus melayani masyarakat," katanya.
Baca: Lowongan Kerja Level Manajer BUMN Perum Perumnas, Ini Syarat, Lokasi Kerja dan Link Pendaftaran
Baca: Gara-gara Sistem Zonasi, 3 Sekolah di Binjai Kekurangan Siswa hingga Kelas Kosong,Ini Harapan Kepsek
Baca: Anak USU Ciptakan Aplikasi Online untuk Belanja Bahan Baku Kuliner, Bisa Diunduh di Playstore
Bakti sosial SSTC kata Jeanny meliputi banyak hal, seperti donor darah, berbagi ke panti jompo, panti asuhan, membantu pengobatan orang-orang kurang mampu, bagi-bagi sembako, bantuan bencana alam dan masih banyak lagi.
Baca: Pilot Tinggalkan Maskapai Tempatnya Mengabdi Selama 40 Tahun demi Terbang Bareng 2 Putrinya
Baca: TERNYATA Gempa 7,2 Halmahera Picu Tsunami hingga Warga Mengungsi, 2 Orang Tewas 500 Bangunan Rusak
Baca: Suami Terjerat Ikan Asin, Barbie Gencar Minta Maaf ke Fairuz, Telepon Dimatikan dan WA Tak Digubris
"Terkadang kebahagiaan kita itu berasal dari menolong orang, kalau kita melihat orang bahagia, kita juga bahagia, dan kebahagiaan itu tidak bisa dibayar dengan uang," katanya.
Ia mengaku jika melaksanakan suatu bakti sosial kerap mengajak beberapa komunitas maupun anak-anak muda untuk ambil bagian. Jeanny juga mengatakan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakn komunitas bersifat non komersil sehingga pihak-pihak yang terlibat memang melaksanakannya secara suka rela.
Baca: Penjambret Dimandikan Warga di Doorsmer, Bernasib Baik Tak Dipukuli karena Pemuda Setempat
Baca: Rumah Sihombing dan Boru Sinurat Terbakar di Jalan Tangguk Bongkar, Diduga Akbat Korsleting Listrik
"Setiap tempat itu punya cerita dan kisahnya masing-masing. Kita pernah baksos ke rumah singgah HIV, menolong operasi pasien penderitaan hernia, kita juga aktif melaksanakan kegiatan Buddhies seperti melepas satwa burung, ikan, penyu dan kura-kura," katanya.
Jeanny mengatakan dana bantuan sebagian besar didepan dari para donatur ataupun anggota komunitas yang secara sukarela membagiakan sebagian hartanya, sebab komunitas SSTC tidak pernah menentukan nominal bantuan, Jeanny mengatakan berapa pun kesanggupan tetap diterima.
"Kita nggak mau pake atau patokkan nominal bantuan, berapa pun kita terima mau Rp. 5000 atau Rp 20 ribu, terserah yang penting donatur ikhlas ingin berbagi, kita nggak hanya nerima bantuan uang, tapi bisa juga sebagai relawan atau panitia, ataupun menyumbangkan ide dan gagasan," katanya.
Kaki Palsu Untuk Acek Asek
Satu kegiatan kemanusiaan yang rutin dilaksanakan Komunitas Share Stories Charity Team (SSTC) yakni menggalang dana untuk bantuan pengobatan bagi orang-orang kurang mampu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/share-stories-charity-team-ssct.jpg)