DUGAAN Malapraktik - Ulik 7 Fakta Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien Wanita setelah Operasi Caesar

DUGAAN Malapraktik - Ulik 7 Fakta Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien Wanita setelah Operasi Caesar

Tayang:
TribunLampung.co.id/Endra
DUGAAN Malapraktik - Ulik 7 Fakta Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien Wanita setelah Operasi Caesar. Zulkarnaen. Kain Kasa Dalam PerutWanita di Lampung hingga Nifas yang Tak Kunjung Berhenti, Polisi Turun Tangan. Foto Septina (25) saat membuat laporan dugaan malapraktik ke Polres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019). (TribunLampung.co.id/Endra) 

DUGAAN Malapraktik - Ulik 7 Fakta Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien Wanita setelah Operasi Caesar

Kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau menyengat itu dikeluarkan oleh petugas medis Poned Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, pada 20 Juni lalu ketika korban hendak memeriksakan kesehatannya.

TRIBUN-MEDAN.com - Penyidik Satreskrim Polres Tulangbawangtelah mengagendakan pemanggilan terhadap oknum dokter RS Asy Syfa Tulangbawang Barat (Tubaba), dalam pekan ini.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Tulangbawang Ipda Jefry Syaifullah mengatakan, pihaknya segera memanggil dua dokter Asy Syfa Tubaba.

Pemeriksaan dokter untuk dimintai keterangan terkait dugaan malapraktik yang dialami Septina warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba.

kita juga akan panggil dokter bagian anestesi-nya, karena dalam operasi itu kan tim," kata Jefri, ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/7).

Jefry mengaku, sebelumnya pada Kamis (18/7) lalu pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur RS Asy Syfa Herry Novrizal.

Dia diajukan pertanyaan seputar tugas dan tanggung jawabnya sebagai direktur di rumah sakit tersebut.

Menurut Jefry, usai memeriksa dokter yang menangani proses persalinan Septina pada 27 Maret lalu, polisi segera mengagendakan pemanggilan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Bagian Pengawas Rumah Sakit (BPRS).

Dalam kasus ini, sebelumnya polisi juga telah beberapa saksi dari Puskesmas Poned Panaragan Jaya, yakni dr Rani dan Bidan Eka.

Kanit Tipidter Ipda Jefri Syaifullah mengungkapkan, pemanggilan saksi-saksi dari Puskesmas Poned Panaragan Jaya bertujuan untuk mengumpulkan keterangan dan bukti bukti terkait dugaan kasus malapraktik tersebut.

Eka, tenaga medis Puskesmas Poned Panaragan Jaya yang telah mengeluarkan kain kasa di mulut rahim perut korban menjelaskan, dirinya dan dr Rani dimintai keterangan oleh penyidik sekitar empat jam.

Kala itu, dirinya ditanya seputar kedatangan korban, penemuan kain kasa di mulut rahim perut korban sampai penanganannya.

Kain Kasa di Perut

Septina (25), warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan TulangbawangTengah, Tulangbawang Barat, melaporkan RS Asy Syifa ke pihak berwajib.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved