Seorang Ayah Keluarkan Anaknya dari Sekolah Demi Main Video Game
Dave Herzog, seorang pengusaha asal Greater Sudbury sudah mengajarkan anaknya, Jordan, supaya menekuni karir sebagai pemain eSports 10 tahun terakhir.
"Saya tahu dia tidak akan mendapat interaksi sosial cukup. Namun, saat ini dia menghadapi momen besar, dan kami akan mengambilnya. Saya tidak bodoh," ucapnya.
Sementara bagi Jordan, dia mengaku bahagia karena mendapat dukungan dari sang ayah. Sama seperti Herzog, dia paham konsekuensi jika fokus menjadi gamer profesional.
Baginya, tujuan utama adalah menghasilkan uang sehingga dia tak perlu bekerja hingga tua. Dan jika jalan itu tersedia menjadi gamer, maka dia akan mengambilnya.
Menurut Jordan, itu pengorbanan setimpal. "Teman mungkin bakal datang dan pergi. Namun ini mungkin bakal menjadi karir dan masa depan saya," paparnya.
Hingga saat ini, Jordan sudah menghasilkan 60.000 dollar AS, atau Rp 839 juta, dari bermain video game. Ayahnya pun menginvestasikannya atas namanya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Fokus Main Video Game, Seorang Ayah Keluarkan Anaknya dari Sekolah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pubg-mobile-dibatasi-6-jam-sehari.jpg)