Cerita Seleb

Indra Tarigan Ungkap Judul Video 'Bau Ikan Asin', Sudah Diingatkan Tapi Pablo dan Rey Menantang

Judul asli video ikan asin yang viral melibatkan Galih Ginanjar diungkap Indra Tarigan

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
KOLASE KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami resmi ditahan Polda Metro Jaya, pada Kamis (11/7/2019) dini hari. 

Dirinya langsung meminta Barbie Kumalasari menghubungi Rey Utami dan Pablo Benua, dan memohon video itu segera diturunkan.

"Saya marah besar di situ, tolong itu konten diturunkan segera sebelum itu ditonton banyak orang, itu masih puluhan," katanya.

"Pas saya udah marah, disampaikan, eh Pablo sama si Reynya nantangin," lanjutnya.

"'Nggak usah peduliin orang-orang, gue yang tanggung jawab deh, gua pasang badan, yang bisa menjarain gue cuma satu, malaikat'," tutur Indra Tarigan menirukan ucapan Pablo Benua.

Indra Tarigan mengaku masih menyimpan voice note yang berisi luapan kemarahannya.

Barbie Kumalasari, Mbah Mijan dan Indra Tarigan
Barbie Kumalasari, Mbah Mijan dan Indra Tarigan (Instagram/barbiekumalasari)

"Masih ada kok voice note-nya kalau mau denger saya marah," ucapnya.

Barbie Kumalasari ketika itu, kata Indra Tarigan, juga marah kepada Pablo Benua dan Rey Utami.

Namun lagi-lagi, permintaan Barbie Kumalasari untuk segera menurunkan video "bau ikan asin" tak digubris.

"'Rey ini temen-temen gue udah marah, Bang Indra pengacara, udah tahu dia, turunin (videonya)'," ucap Indra Tarigan meniru kata-kata Barbie Kumalasari.

"Nah malah si Pablo nantangin, 'gue juga pengacara', gitu lho," lanjutnya.

Selama komunikasi dengan Pablo Benua dan Rey Utami, Barbie Kumalasari terus mengabari teman-temannya di grup WhatsApp tersebut.

Di kesempatan yang sama, Indra Tarigan juga mengungkap judul awal video "ikan asin" saat pertama kali tayang dan belum viral.

Menurut pengakuan Indra Tarigan, nama Fairuz A Rafiq sempat ditulis dalam judul video.

"Itu sebelum judulnya (video) itu diganti, lebih parah lagi kan," katanya

"Itu kan captionnya diganti, sebelum diganti itu lebih parah lagi," lanjut Indra Tarigan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved