Gara-gara Listrik Padam; Pengantin Baru Terbakar, hingga Suami Istri dan 2 Anak Tewas Berpelukan
Pengantin baru di Tangerang menjadi korban kebakaran pada Minggu, ketika terjadi pemadaman listrik. Sang istri meninggal, sedangkan suami kritis
Gara-gara listrik padam, pengantin baru menjadi kroban korban kebakaran. Istri meninggal dan suami kritis dengan kondisi luka bakar 70%. Peristiwa kebakaran yang merenggut kotban jiwa juga terjadi di Teluk Gong, di mana pasangan suami istri beserta dua anaknya terjebak di lantai 2. Keempat orang sekeluarga meninggal dalam posisi berpelukan.
TRIBUN MEDAN.com - Pemadaman listrik massal di sebagian besar Pulau Jawa menjadi faktor terjadinya sejumlah peristiwa kebakaran.
Pengantin baru di Tangerang turut menjadi korban kebakaran pada Minggu (5/8/2019), ketika terjadi pemadaman listrik.
Sang istri meninggal dunia, sedangkan suaminya mengalami luka bakar parah.
Pasangan Sopian (25) dan Sakinah (25) yang baru tiga bulan menikah terbakar saat hendak menyalakan lilin saat lampu listrik padam melanda Tangerang.
Baca: Basaria Panjaitan Gugur, Ini 40 Peserta Lolos Psikotes Capim KPK, Pegawai Bank hingga Kapolda Sumsel
Baca: HAPPY ENDING - Bupati Solok Selatan Kembalikan Status CPNS Dokter Romi dan Ditempatkan di RSUD
Baca: Deretan Fakta Sosok Selir Raja Thailand; Ajudan Senior Polisi, Pangkat Mayjen, hingga Eks Bodyguard
Abi, warga setempat, mengatakan Sopian mengalami luka bakar hingga 70 persen, sementara Sakinah meninggal karena terbakar si jago merah.
"Suami alami luka bakar 70 persen pas api nyala. Sekarang lagi dirawat di Rumah Sakit Mulya. Info terakhir sudah sadar," kata Abi di lokasi pada Senin (5/8/2019).
Pantauan di lokasi kebakaran di Jalan KH. Mansyur Kelurahan Gondrong Udik, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, ruko sembako menyisakan abu.
Terlihat sepeda motor bebek ikut hangus terbakar hingga menyisakan kerangkanya saja.
"Ini habis terbakar semua, paling sisaan barang saja. Enggak ada barang yang bisa diselamatin lagi kayaknya," Abi menambahkan.
Meninggal di bulan keempat
Sopian dan Sakinah memasuki bulan keempat pernikahan mereka. Takdir berkata lain, lilin yang hendak mereka jadikan penerangan saat mati lampu justru menjadi petaka.
"Mereka baru saja menikah tiga bulanan yang lalu, ini baru masuk bulan keempat. Mereka juga warga baru di sini," ujar Biki, pemilik kios onderdil motor sebelah rumah terbakar.
Menurut Biki, Sopian dan Sakinan merupakan warga pendatang dari Madura.
"Setahu saya ini mereka datang dari Madura, keluarganya juga dari Madura. Mereka ngontrak di sebelah," kata Biki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasangan-suami-istri-jadi-korban-kebakaran.jpg)