Praktisi Energi Terbarukan Tri Mumpuni Jawab Najwa Shihab soal Blackout: Jangan Bikin PLN Sapi Perah
Praktisi Energi Terbarukan Tri Mumpuni Jawab Najwa Shihab soal Blackout: Jangan Bikin PLN Sapi Perah
Praktisi Energi Terbarukan Tri Mumpuni Jawab Najwa Shihab soal Blackout: Jangan Bikin PLN Sapi Perah
Tri meminta semua pihak untuk melihat kembali sejarah Direktur Utama (Dirut) PLN, Sofyan Basir yang masuk penjara karena kasus suap pembangunan PLTU Riau.
TRIBUN-MEDAN.com - Praktisi Energi Terbarukan 'Wanita Energi', Tri Mumpuni, meminta semua pihak untuk tidak menjadikan PT PLN sebagai sapi perah.
Tri Mumpuni menyampaikan keprihatinannya mengenai kabar adanya audit secara keseluruhan pada perusahaan BUMN itu.
Hal itu disampaikan Tri Mumpuni saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa, Rabu (7/8/2019).
"Mbak Tri Mumpuni, Anda bergelut di bidang kelistrikan sudah sangat lama begitu, dari luar melihat apa yang terjadi kemarin menurut Anda?," tanya Najwa.
Tri Mumpuni menceritakan bahwa PLN itu merupakan perusahaan besar yang pasti selalu menarik perhatian banyak orang.
"Kalau saya melihat PLN itu terlalu besar,secara jujur terlalu besar karena sudah 29 tahun saya mengamati dan melihat sesuatu yang sangat besar itu akan banyak menarik orang, menarik dalam tanda petik ya," ucap Tri.
Tri membeberkan keuntungan PLN setiap tahun mencapai Rp 1 triliun.
"Anda bisa bayangkan sebuah entity (kesatuan-red) dengan tadi aset Rp 1.500 triliun dan dulu saya sempat tahu bahwa 1 tahun itu dia ada income sekitar Rp 4 triliun," tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa keuntungan yang diperoleh PLN itu di sisi lain juga merepotkan karena akan ada banyak gangguan dari luar.
"Jadi kalau cahaya itu banyak lalat yang ingin datang mendekati gitu, nah ini merepotkan PLN juga kalau saya boleh bilang begitu," ucapnya.
Tri Mumpuni saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa, Rabu (7/8/2019) (Tangkapan Layar YouTube Najwa Shihab)
Praktisi Kelistrikan itu menyebut pihaknya sempat mengusulkan PLN untuk memisahkan antara kepentingan bisnis mencari untung dengan tuntutan sosial yang mengharuskan penyediaan listrik di daerah terpencil.
Bahkan ia menyebut PLN dengan istilah 'ambigu'.
"Kita sempat usul PLN ini ambigu gitu, dia satu sisi memegang kuasa usaha harus untung, di sisi lain dia punya beban sosial harus listrik di daerah terpencil, sehingga ini enggak benar," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tri-mumpuni_jangan-jadikan-pln-sapi-perah.jpg)