Pengakuan Tukang Jagal yang Pingsan Ditendang Sapi: Dia Nendangnya Kaya' Kung Fu
Rohim yang sudah menjalani profesi ini selama 20 tahun juga sudah melihat gelagat aneh sejak awal melihat sapi itu.
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Tukang jagal yang disepak sapi kurban di Masjid Al Mustaqim, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (12/8/2019), Abdul Rohim (50) mengatakan bahwa dia sudah memperlakukan sapi kurban sesuai dengan teknik yang dia kuasai.
Namun, dia tidak menyangka sapi itu akan menyepaknya dari arah samping.
Rohim baru akan mengikat kaki sapi tersebut saat dia tiba-tiba disepak.
"Biasanya sapi itu kalau nendang ke arah belakang, makanya saya ikat dari samping.
Ini kan dari samping dia nendangnya kayak kung fu," kata Rohim saat ditemui di kediamannya di Bulak Tembok, Cengkareng pada Senin (12/8/2019).
Rohim yang sudah menjalani profesi ini selama 20 tahun juga sudah melihat gelagat aneh sejak awal melihat sapi itu.
"Sapi kalau ngamuk itu katanya merah, ini putih saja.
Tapi, dia gelisah, kayaknya stres," kata Rohim.
Akibat kejadian itu, Rohim sempat pingsan selama 10 menit lalu dibawa oleh warga ke RS Hermina, Cengkareng, Jakarta Barat.
Tiga gigi depan atas miliknya patah.
Dia juga mengalami luka di pundak kiri.
Namun, Rohim mengaku tidak trauma untuk menjagal.
Dia hanya butuh waktu agar sehat kembali.
MENINGGAL SAAT MENJAGAL KURBAN
Hari Raya Idul Adha yang dirayakan umat Muslim di Indonesia pada Minggu (11/8/2019) ternyata meninggalkan rasa pilu bagi keluarga seorang jagal kurban.
Dikabarkan seorang jagal kurban tiba-tiba meninggal dunia pada saat akan menyembelih sapi yang sudah disiapkan untuk kurban.
Peristiwa ini pun terekam dalam sebuah video yang kemudian di unggah di Instagram.
Video detik-detik sang jagal meninggal pun dibagikan melalui akun Instagram @ndorobeii.
Dalam video terlihat ada beberapa panitia yang sudah siap menyembelih sapi.
Seekor sapi pun sudah terlihat siap dalam ikatan dan terbaring.
Salah seorang petugas jagal yang menggunakan peci warna hitam, kaos, sepatu boot dan celana hitam pun siap mengambil posisi untuk menyembelih.
Ia nampak memegang seutas tali, hendak mendekati sapi kurban dengan membungkukkan badannya.
Namun tiba-tiba pria tersebut langsung tersungkur ke depan persis jatuh di leher sapi yang akan dipotong.
Para warga sekitarpun segera membantu menyelamatkan korban.
Awalnya dua orang yang membantu mengira pria itu hanya pingsan, namun ternyata saat di periksa nyawanya sudah tak terselamatkan.
Video ini pun viral dan dibagikan di media sosial lainnya.
Sementara itu, melansir dari TribunJabar.com (12/8/2019), hal ini benar benar terjadi.
Pria petugas jagal yang akhirnya tewas tersebut berinisial AH (52) warga Kampung Sukarintih RT 04/05, Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Ia meninggal saat akan melaksanakan penyembelihan.
Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa itu juga dibenarkan Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Sutarman saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan whatsapp, pada Senin (12/8/2019) dini hari tadi.
Awalnya dua orang yang membantu mengira pria itu hanya pingsan, namun ternyata saat di periksa nyawanya sudah tak terselamatkan.
Video ini pun viral dan dibagikan di media sosial lainnya.
Sementara itu, melansir dari TribunJabar.com (12/8/2019), hal ini benar benar terjadi.
Pria petugas jagal yang akhirnya tewas tersebut berinisial AH (52) warga Kampung Sukarintih RT 04/05, Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Ia meninggal saat akan melaksanakan penyembelihan.
Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa itu juga dibenarkan Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Sutarman saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan whatsapp, pada Senin (12/8/2019) dini hari tadi.
Awalnya dua orang yang membantu mengira pria itu hanya pingsan, namun ternyata saat di periksa nyawanya sudah tak terselamatkan.
Video ini pun viral dan dibagikan di media sosial lainnya.
Sementara itu, melansir dari TribunJabar.com (12/8/2019), hal ini benar benar terjadi.
Pria petugas jagal yang akhirnya tewas tersebut berinisial AH (52) warga Kampung Sukarintih RT 04/05, Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Ia meninggal saat akan melaksanakan penyembelihan.
Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa itu juga dibenarkan Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Sutarman saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan whatsapp, pada Senin (12/8/2019) dini hari tadi.

Jajaran Polsek Cimahi Selatan mendatangi keluarga korban yang meninggal dunia berinisial AH/Istimewa/dok. Polsek Cimahi Selatan
Sapi Jokowi dari Seluruh Penjuru Negeri
Presiden Joko Widodo membeli beberapa sapi kurban yang disumbangkan di beberapa wilayah di Indonesia saat pada Hari Raya Idul Adha.
Sapi-sapi kurban yang dipilih Jokowi adalah sapi berkualitas yang dibeli langsung pada peternak sapi.
Beberapa sapi bahkan mendapatkan perlakuan khusus seperti disediakan karpet hitam seharga Rp 2 juta sebagai alas tidur atau diberi obat cacing agar kondisinya sehat saat disembelih.
Berikut 9 penampakan sapi kurban yang disumbangkan Jokowi yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.
1. Sapi kurban Jokowi di Gunungkidul

Presiden Joko Widodo mengirim sapi kurban untuk Masjid Nur Ma’unah, Watugilang B, Mulusan, Paliyan, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Saat datang, sapi bantuan seberat 1 ton tersebut sempat tidak mau makan, diduga karena stres setelah menempuh perjalanan jauh.
"Makannya belum begitu banyak, mungkin karena kecapekan baru datang jam 10.00 WIB tadi. Saya coba tadi kasih makan jagung. Mungkin karena kelelahan dan adaptasi lingkungan juga," kata warga yang merawat sapi, Budi Raharjo, saat ditemui di rumahnya, Jumat (9/8/2019).
Sebagai peternak sapi, Budi mengaku hanya butuh waktu beberapa jam agar sapi jenis simental itu mau makan.
"Mungkin sore nanti baru mau makan. Pakan hijauan, untuk minuman nanti kami sesuaikan dengan memberikan ampas tahu," kata dia.
Selain itu, untuk keamanan sapi, dirinya bertanggung jawab penuh sehingga pada malam hari tiba, sapi itu akan terus diawasi agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
"Saya awasi sendiri, kalau tidak diikat di luar, nanti ya saya masukkan ke dalam kandang karena di dalam kandang juga ada sapi," ucap dia.
Dia memperkirakan harga sapi bantuan dari Jokowi tersebut mencapai Rp 100 juta dengan bobot diperkirakan 1,1 sampai 1,2 ton.
2. Sapi dari Jokowi di Surabaya berasal dari Gresik

Presiden Joko Widodo berkurban seeokor sapi untuk disembelih di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, pada Hari Raya Idul Adha.
Informasi yang dihimpun dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyebutkan, berat sapi Jokowi yang akan disembelih di Surabaya seberat 1 ton.
"Jenis sapinya peranakan Ongole atau sapi Jawa yang dibeli dari peternak asal Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Wemmi Niamawati, Jumat (9/8/2019).
Tinggi badan sapi berumur 4 tahun tersebut setinggi 160 sentimeter, dengan panjang badan 176 sentimeter, dan lingkar dada 226 sentimeter.
Selain sapi dari Jokowi, 3 ekor sapi milik pejabat utama Pemprov Jawa Timur rencananya juga akan disembelih di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya.
Salah satunya sapi kurban milik Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Berat sapi milik Khofifah sedikit di bawah sapi Jokowi, yakni 1 ton.
Jenisnya sapi Peranakan Ongole, berusia 4 tahun yang dibeli dari peternak Desa Takerharjo, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan.
3. Sapi limosin untuk warga Bengkulu

Sapi limosin dengan berat 1,2 ton sumbangan dari Presiden Joko Widodo diserahkan untuk masyarakat Bengkulu pada Idul Adha 1440 Hijriyah.
Sapi berukuran besar ini akan disembelih di Masjid Jami Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun, Sabtu (10/8/2019).
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Bengkulu, Edi Hartawan, mengatakan, dipilihnya Kabupaten Bengkulu Selatan dengan alasan untuk pemerataan, dan tidak ada unsur politis di dalamnya.
Selama ini, hewan kurban tersebut selalu disembelih di Masjid Baitul Izzah, Kota Bengkulu.
"Penyerahannya tergantung dengan kebijakan Gubernur Bengkulu, dengan melihat aspek pemerataan. Jika hanya ditentukan satu tempat saja, apsek pemerataannya tidak terpenuhi. Mungkin nanti tahun depan dipilih kabupaten lainnya," kata Edi.
Sapi tersebut dibeli seharga Rp 64 juta dari peternakan sapi di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
4. Mike Tyson, sapi kurban dari Jokowi di Polewali Mandar

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyumbangkan satu ekor sapi kurban berbobot satu ton seharga Rp 85 juta untuk hewan kurban di Sulawesi Barat.
Pemilik sapi Abdul Rahim mengatakan, sapi dengan panjang dua meter dan berusia tiga tahun itu diberi nama Mike Tyson.
Nama itu diberikan karena tubuh sapi yang super jumbo, yang disebut mirip seperti nama petinju Mike Tyson.
"Saya tentu senang dan bangga karena kalau dijual, biasa harganya tidak semahal itu,” jelas Abdul, saat ditemui di peternakannya di Ujung baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, Minggu (4/8/2019).
Untuk menjaga berat badan sapi agar tidak turun, Abdul memberinya makan dua kali sehari dengan pakan rumput hijau dicampur ampas tahu dan batang pisang.
Selain itu sapi miliknya juga rutin dimandikan dua kali sehari yakni setiap pagi dan sore hari layaknya manusia.
Bukan hanya itu, perlakuan khusus pertama yang diterima Tyson adalah disediakannya karpet hitam seharga Rp 2 juta sebagai alas tidur. Karpet tersebut dibeli di Surabaya, Jawa Timur khusus untuk membuat tidur si Tyson nyaman.
5. Si Black, sapi kurban dari Jokowi untuk warga Yogyakarta

Si "Black", sapi kurban seberat satu ton yang dibeli Presiden Jokowi seharga Rp 100 juta, diberi perawatan intensif oleh pemilliknya, Sulistiyo Hadi, peternak asal Dusun Salam, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Sulistiyo mengatakan, sapi itu sudah dipelihara sejak tiga tahun lalu. Selama ini dirinya selalu memperhatikan asupan makanan dan gizi dari sapi peliharaannya, termasuk memberikan vitamin untuk si Black.
Sulistiyo biasa memberi makan sapinya ketela, ampas tahu, bekatul, dan folat. Sapi juga diberi obat cacing agar sehat dan pertumbuhannya maksimal.
"Ya senang, sudah dibeli Pak Presiden. Menjadi kebanggan tersendiri bagi saya. Dibeli Rp 100 juta, dulu awal saya beli Rp 18,5 juta," katanya, Jumat (9/8/2019).
Sulistiyo juga sangat memperhatikan kebersihkan kandang sebab dengan kondisi kandang bersih, kesehatan sapi juga tetap terjaga. Sulistiyo memandikan sapi minimal dua kali sepekan.
Jokowi menyumbang dua sapi kurban di DIY. Sapi banpres jenis simenta seberat 1.180 kg secara simbolis diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X kepada Takmir Masjid Nur Maunah, Gunung Kidul.
Satu lagi sapi bantuan Jokowi jenis peranakan ongole (PO) dengan berat 1.037 kg diserahkan ke Takmir Masjid Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. Penyerahan ini dilakukan di kompleks kantor Kepatihan, Yogyakarta.
6. Sapi kurban dari Jokowi untuk warga Bitung

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyumbangkan sapi di Sulawesi Utara (Sulut).
Sapi yang disumbangkan Jokowi ke Masjid Ribaathul Quluub, Kota Bitung itu seberat 750 kilogram.
Sapi dibeli dari di Desa Tounelet, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa dengan pemilik sapi bernama Kumolontang.
Sapi jantan warna putih yang disumbangkan Jokowi memiliki panjang badan 167 sentimeter, tinggi 147 sentimeter, dan lingkar dada 215 sentimeter.
Pantauan Kompas.com, sapi yang akan dikurbankan saat Hari Raya Idul Adha itu terlihat sehat, tegap, dan berotot. Tubuh sapi terlihat begitu bongsor.
Rahmat Loleh, Kasubag Agama Biro Kesra Pemprov Sulut mengatakan, ia tidak tahu persis harga dan jenis sapi yang disumbangkan Jokowi.
"Karena yang bayar langsung dari Jakarta kepada peternak sapi," ujarnya, Jumat (9/8/2019).
7. Jokowi beli sapi kurban seharga Rp 45 juta di Kendari

Ismail, warga Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), tak menyangka sapi yang telah dipeliharanya sejak empat tahun lalu dibeli Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk hewan kurban.
Sapi peranakan Ongole dengan berat 750 kilogram dibeli Jokowi dengan harga Rp 45 juta.
"Senang lah, bagaimana Presiden yang beli sapiku melalui Biro Kesra dan Kemasyarakatan Provinsi Sulawesi Tenggara," kata Ismail di lokasi kandang sapinya, Selasa (6/8/2019).
Uang dari hasil pembelian sapi ini nantinya akan diputar kembali untuk modal peternakan sapinya, dan membeli bibit sapi yang sama.
Rencananya, sapi kurban Presiden ini akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha di Pondok Pesantren Gontor Putri di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
8. Tawarkan via WhatsApp, sapi warga Boyolali dibeli Jokowi

Andi Saputro (30), warga Pilangsari RT 006/RW 001, Potronayan, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah, tak menyangka dua sapi jenis simmental yang dipeliharanya dibeli Presiden Jokowi untuk hewan kurban.
Dua sapi masing-masing berbobot 1,4 ton dan 1,3 ton tersebut total seharga Rp 171 juta.
"Rasanya senang bisa dibeli sama Pak Presiden. Bisa membawa nama peternakan sapi di sini," kata Andi di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2019).
Andi mengaku baru pertama kali sapi yang dipeliharanya sejak 4,5 tahun dan 3,5 tahun itu dibeli Presiden Jokowi untuk kurban.
Awalnya, Andi meminta bantuan tetangga untuk menawarkan dua sapi yang ia pelihara untuk kurban melalui media sosial (medsos) WhatsApp.
Dia berpesan kepada tetangga bahwa apabila Presiden Jokowi mau membeli sapi kurban, di tempatnya ada sapi berukuran besar.
"Ada utusan Pak Presiden Jokowi ke sini langsung melihat sapi untuk kurban. Tim MUI Solo juga ke sini melihat sapi yang dibeli Pak Jokowi untuk kurban," kata dia.
Dua sapi tersebut dibeli Presiden Jokowi untuk berkurban di Masjid Agung Surakarta dan Masjid Al Wustha Surakarta.
Rencananya dua sapi itu dikirim dari Boyolali ke Solo, Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB atau sehari sebelum perayaan Idul Adha, Minggu (11/8/2019).
"Perkiraan sampai Solo jam 5 sore. Dua ekor sapi kami kirim ke Masjid Agung dan Masjid Al Wustha," katanya.
9. Sapi kurban dari Jokowi di Palembang

Presiden Joko Widodo menyumbangkan sapi jenis ongole seberat 1,1 ton untuk dikurbankan di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, pada saat Idul Adha.
Sapi tersebut dibeli Jokowi dari peternakankan Dwi Karya di Jalan Pangeran Ayin, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Idil Fitriansyah, pemilik sapi, mengatakan, perwakilan dari Istana Presiden sebelumnya datang pada Senin (15/7/2019) untuk membeli sapi tersebut seharga Rp 85 juta.
Idil pun mengaku sempat tak menyangka sapi yang telah ia pelihara dari umur 2 tahun tersebut dipilih presiden untuk dikurbankan.
"Katanya sapi ini gagah dan besar, jadi dipilih presiden untuk dikurbankan di sini. Umur sapinya sekarang sudah 10 tahun," kata Idil, Rabu (24/7/2019).
Dalam satu hari, pakan ternak yang disiapkan oleh Idil mencapai 100 kilogram untuk sapi tersebut. Pakan itu berupa ampas tahu, ampas uni, dedak, kulit nanas, dan vitamin.
Sapi jenis ongole tersebut merupakan salah satu dari hewan ternak yang sangat disayangi oleh keluarga Idil. Bahkan, keluarga sempat bingung untuk menjual sapi tersebut.
"Ayah saya sangat sayang dengan sapi ini karena penurut. Antara bingung juga kemarin mau jual atau tidak. Tapi akhirnya dijual karena kami merasa bangga yang membeli adalah presiden," ujarnya. (*)
(Verryana Novita Ningrum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tukang_jagal_ditendang_sapi_kurban.jpg)