Keluarga Pendaki Asal Siantar yang Kritis di Gunung Kerinci Harap-harap Cemas
"Dari dulu itu suka kali naik gunung. Sejak masih kuliah. Mau gimana lagi aku bilang," kata Boru Butarbutar.
Penulis: Tommy Simatupang |
TRIBUN-MEDAN.com - Pendaki asal Kota Pematangsiantar Iglesias Julio Sinaga (26) kritis di Gunung Kerinci, Jambi.
Marhasian Sinaga, ayah Iglesias Julio Sinaga mengatakan, belum mendapat kabar jelas tentang kondisi anaknya.
Ia mengaku sedang berada di Medan dan bersiap untuk ke Jambi.
"Sampai sekarang informasi yang saya dapat dia sudah mengalami pendarahan dari hidung.
Tapi, saya berharap sekali anak saya bisa selamat. Dari jam 7 pagi sampai sekarang sedang dievakuasi," ujarnya, Senin (19/8/2019).
Marhasian mengatakan, anaknya tergabung sebuah organisasi pecinta alam di kampus Universitas Negeri Padang.
"Dia permisi sama adiknya, bukan kepada saya.
Selama ini memang dia hobi mendaki gunung.
Dia ngambil cuti dari pekerjaan untuk mendaki gunung," ujarnya.
Baca: Wakil Ketua DPRD Siantar: Ajudan Wali Kota yang Disebut Ambil Uang Pungli Tak Terlihat Lagi
Baca: Wanita Ini Dijuluki Legenda Gunung Lawu, Hanya Turun Gunung saat Lebaran, Dikenal Baik para Pendaki
Marhasian mengungkapkan, Iglesias Julio Sinaga memang dalam keadaan kurang sehat sejak memulai pendakian.
"Kalau saya dengar kabar memang dalam kondisi tidak sehat saat mendaki gunung," ujarnya.
Iglesias Julio Sinaga, boru Butarbutar saat ditemui di SMK Negeri 2 Kota Pematangsiantar tampak kalut.
Boru Butarbutar yang berprofesi sebagai guru ini tampak bolak-balik menerima telpon.
Bola mata boru Butarbutar tampak berkaca-kaca.
Ia juga beberapa kali mengusap matanya.
Saat bertelpon terdengar boru Butarbutar terkejut mendengar kabar puteranya sedikit harapan untuk hidup.
"Sudah enggak ada lagi harapan ya, Pak? Pokoknya selamatkanlah dulu anak saya, Pak. Tolong ya, Pak," katanya saat bertelpon dengan Tim SAR.
Ibu boru Butar-butar juga mengungkapkan hanya bisa pasrah menunggu hasil evakuasi di Jambi.
Ia juga mengungkapkan tidak bisa melarang anaknya untuk menyalurkan hobinya.
"Dari dulu itu suka kali naik gunung. Sejak masih kuliah.
Mau gimana lagi aku bilang.
Mau gimana aku ini. Semoga anakku selamat," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Iglesias Julio Sinaga ditemukan dalam kondisi kritis saat mendaki Gunung Kerinci, Jambi, Senin (19/8/2019).
Pemandu gunung dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Ade Wahyudi atau akrab disapa Dewe yang membantu menangani korban, mengatakan Iglesias kini terbaring di dalam tenda.
“Saya udah lihat korban. Mereka naik berenam dengan temannya.
Kondisi terakhir barusan saya cek di tenda, gak bisa dipastikan, masih kritis tapi juga gak bisa dikasih bantuan medis. Cairan keluar dari hidung begitu saya mau cek nadi leher,” kata Dewe kepada KompasTravel, Senin (19/8/2019).
Ia menyebut, berdasarkan keterangan rekan pendakiannya, Iglesias Julio Sinaga sudah mengalami gejala sakit sejak kemarin.
Keadaannya makin memburuk pada Senin dini hari.
“Butuh dievakuasi secepatnya ini, mohon bantuannya ke shelter 3,” tambah Dewe.
Iglesias Julio Sinaga mulai dievakuasi dari shelter 3 untuk turun ke kaki gunung dengan ketinggian 3.805 meter itu.
Iglesias Julio Sinaga diduga mengalami hiportemia.
Untuk melakukan evakuasi, tim membutuhkan waktu 8 jam-10 jam.
Gunung Kerinci memiliki ketinggian sekitar 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Kerinci juga merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dan satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia.
(tmy/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/iglesias-sinaga.jpg)