News Video

Detik-detik Ustadz Abdul Somad (UAS) Masukkan Seluruh Isi Dompetnya ke Infaq Masjid Agung Medan

Ustadz Abdul Somad (UAS) Masukkan Seluruh Isi Dompetnya ke Infaq Masjid Agung Medan, Rabu (21/8/2019)

Detik-detik Ustadz Abdul Somad (UAS) Masukkan Seluruh Isi Dompetnya ke Infaq Masjid Agung Medan

TRIBUN-MEDAN.COM - Ustadz H Abdul Somad (UAS) memberikan tausiyah di Masjid Agung Medan, Selasa (20/8/2019).

Seperti biasanya, penceramah kondang ini selalu menyisipkan candaan-candaan saat bertausiyah.

Hal ini sontak membuat jamaah tertawa.

Satu yang menarik perhatian, Ustadz Abdul Somad (UAS) meminta jamaah tak memancing dirinya saat melakukan tanya-jawab.

Pernyataan ini diyakini mengarah kepada video viral mengenai ceramah dirinya di Masjid Agung an-Nur Pekanbaru dan menimbulkan polemik dengan penganut agama lain.

"Berapa lama Ustadz Abdul Somad tausiyah, biasa di mana-mana 60 menit. Selesai itu menjawab pertanyaan, tapi jangan kalian pancing-pancing," ucap Ustadz Abdul Somad (UAS) .

"Orang menjawab pertanyaan. Kalian lah ini, gara-gara ini semua," sambung Ustadz Abdul Somad (UAS) disambut tawa jamaah.

Tak hanya itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan pentingnya bersedekah.

"Karena tema hari ini bersedekah, maka bagi ibu bapak sekalian bersedekahlah. Jika ada uang di dompet satu juta, dan bapak ibu masukkan seratus ribu. Maka yang di akhirat apa yang dicatat? Ya yang seratus ribu, sembilan ratus itu sia-sia," jelasnya.

Tidak hanya menyuruh jemaah untuk bersedekah, UAS juga mengambil dompetnya dan menuangkan semua uangnya di dalam dompet ke kotak sedekah untuk pembangunan masjid.

"Untung uang tak banyak. Pandai juga panitia ini," sambung Ustadz Abdul Somad (UAS)

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Wapres JK Angkat Bicara soal Polemik Ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS)

Ustadz Abdul Somad (UAS): Habis Ini Tanya Jawab, tapi Jangan Pancing-pancing

UAS juga menyampaikan tiga hal keutamaan orang yang bersedekah, yakni, pertama orang bersedekah, akan didoakan malaikat untuknya.

"Siapa yang ingin mendapat doa dari malaikat maka bersedekah," jelasnya

Kedua, setiap kita bangkit dari padang Mahsyar maka akan bernaung di bawahnya sedekah-sedekah kita.

"Ketika gunung-gunung, seperti bulu kambing yang dihembus angin. Begitulah tak bermaknanya dunia ini. Panas, panas, tapi ada orang yang tenang yaitu orang-orang di bawah naungan sodokah," ungkapnya.

Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kurasa

RE Nainggolan Minta Kasus Ustadz Abdul Somad (UAS) Tidak Sampai ke Ranah Hukum

Abdul Somad juga menceritakan suatu kisah mayat ketika ditanya keinginannya untuk kembali hidup di dunia.

"Saat mayat ditanya ketika kau dihidupkan, apa yang akan kau lakukan. Maka mayat mengatakan aku akan bersedekah. Aku mau jadi orang yang soleh," ucapnya.

Ketiga keuntungan bersedekah merupakan obat dari segala obat.

"Kalau ada di antara kalian yang sakit, maka bersedekah. Berobatlah dengan sedekah seperti hadits Nabi Muhammad SAW," ungkapnya.

BERITA FOTO Ustadz Abdul Somad (UAS) Ajak Umat Islam Ciptakan Kedamaian Antar Umat Beragama

Ustadz Abdul Somad (UAS) Menangkup Tangan dan Tinggalkan Masjid Agung Medan

Ngeri-ngeri Sedap Kurasa

Ribuan umat muslim menghadiri Tabligh Akbar yang diisi oleh Ustad H Abdul Somad  (UAS) di Masjid Agung Medan, Jalan Pangeran Diponegoro, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (20/8/2019).

Sebelum Tabliq Akbar dimulai ribuan masyarakat sudah memenuhi halaman luar masjid untuk melaksanakan salat Dzuhur berjamaah.

Badan Kesejahteraan Masjid Agung Medan dan panitia pembangunan Masjid Agung Medan sengaja menghadirkan Ustadz Abdul Somad guna untuk menggugah hati jemaah yang berada di Kota Medan untuk membantu meringankan pembangunan Masjid Agung.

Ustadz Abdul Somad mengawali ceramahnya dengan mengibaratkan sistem pemerintahan sebagai sebuah tiang kokoh yang terdiri dari besi, batu bata, semen, kerikil, dan cat.

"Coba perhatikan tiang ini baik-baik, kenapa kita bisa berdiri tegak, jangan lupa di dalamnya ada besi sebagaimana pemimpin di Sumatera Utara. Tapi besi tidak bisa berdiri sendiri Ia musti dibantu oleh batu kerikil siapakah itu? Itulah Wakil Gubernur Sumut, dan yang menyatukan kerikil dan besi adalah semen, semen itu adalah ulama maka kalau yang kedua ini baik, negeri ini menjadi baik," katanya.

Meski demikian, kata Ustadz Abdul Somad, semen, kerikil, batu bata, dan lainnya tidaklah terlihat sehingga mereka kuat.

Dan yang terlihat adalah cat tembok yang kerap mendapatkan goresan karena berada di luar.

"Semen tak nampak, kerikil tak nampak, batu juga tak nampak, tapi yang telihat itu yang paling lemah yaitu cat, yang di hadapan kalian ini yang paling lemah, yang digesek dan dicoret," katanya

Ia pun mengaitkan kasus yang sedang menimpanya, dan menjelaskan bahwa ceramahnya saat itu dilaksanakan di masjid dan di tengah umat muslim.

"Saya berceramah dalam masjid, di tengah orang Islam, orang bertanya tentang patung saya jawab menurut hadis nabi, dilaporkan. Tak takut kah Abdul Somad? Apa yang kutakutkan sebanyak ini yang membela? Ya, dalam masjid. Kalau di luar nanti? Ngeri-ngeri sedap juga kurasa," katanya sambil tertawa.

Ia pun memberikan ceramah kepada masyarakat agar senantiasa ringan saat berbagi, jangan perhitungan.

"Andai Abdul Somad hilang, andai Abdul Somad lenyap, Andai Abdul Somad mati, 1.000 Abdul Somad akan hadir dari Sumatera Utara."

"Oleh sebab itu, harmonis ini harus tetap terjaga, semen, kerikil, batu bata, pasir, cat mereka berjasama maka berdirilah masjid yang gagah ini, Masjid Agung Sumatera Utara," katanya. (*)

Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved