News Video
Sukardi Bantah TPL Gunakan Jenis Pohon Eukaliptus Rakus Air yang Bunuh Tanaman Sekitar
Berbincang dengan wartawan www.tribun-medan.com, Nursery Officer PT Toba Pulp Lestari (TPL), Sukardi, menjelaskan kalau ada 600 jenis eukaliptus
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - PT Toba Pulp Lestari (TPL) menggunakan pohon eukaliptus untuk bahan baku kertas.
Jenis pohon tersebut dinilai tak baik ditanam di gunung sekitar Danau Toba alasannya pohon eukaliptus menyerap banyak air sehingga tanaman di sekitarnya mati.
Berbincang dengan wartawan www.tribun-medan.com, Nursery Officer PT Toba Pulp Lestari (TPL), Sukardi, menjelaskan kalau ada 600 jenis eukaliptus.
Pengakuannya, hanya beberapa jenis eukaliptus yang menyerap banyak air.
Misalnya saja eucalyptus camaldulensis.
Di negara asalnya, Australia, tumbuhan ini bahkan bisa membuat rawa menjadi kering sehingga bisa dijadikan kebun anggur.
"Dari awal TPL tidak pernah menanam itu. Jenis eukaliptus kita adalah Pelita, Gerandis dan itu tidak menyerap banyak air seperti yang dikatakan. Malah pohon yang menyerap banyak air itu seperti pinus karena daunnya runcing," ujarnya, Jumat (23/8/2019).
Tonton video;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
PT TPL Hormati Hak-hak Masyarakat Adat dan Dorong Program-program Kemitraan
PT TPL Sosialiasi tentang Luas Lahan Konsesi Hutan dan Klaim Tanah Adat
Bantu Alat Kesehatan, Harapan PT TPL Agar Masyarakat Sehat
Sukardi menunjukkan proses kloning eukaliptus mulai dari pembibitan untuk menumbuhkan akar hingga siap tanam.
Para pekerja memotong pucuk ekualiptus dari Mother Plants.
Setelah itu, potongan pucuk Eukaliptus tadi ditanam menggunakan media cocopeat atau sabut kelapa.
Setelah itu, bibit dimasukkan ke Mist House.
Mist House adalah tempat perawatan untuk menumbuhkan akar eukaliptus.
Sukardi menjelaskan, butuh waktu 30 hari untuk menumbuhkan akar eukaliptus sebelum dibawa ke tempat terbuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sukardi.jpg)