Teridentifikasi Oknum TNI yang Lontarkan Ujaran Rasis pada Mahasiswa Papua dan Langsung Dicopot

Penghuni asrama Kamasan berhadapan dengan massa yang terdiri dari orang-orang berseragam tentara, satpol PP, polisi, dan mereka yang berbaju bebas.

Teridentifikasi Oknum TNI yang Lontarkan Ujaran Rasis pada Mahasiswa Papua dan Langsung Dicopot
ALIANSI MAHASISWA PAPUA
Teridentifikasi Oknum TNI yang Lontarkan Ujaran Rasis pada Mahasiswa Papua dan Langsung Dicopot. Pria berseragam tentara terlihat melontarkan ancaman dan makian ke arah penghuni asrama Kamasan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Akhirnya oknum TNI yang terekam melontarkan ucapan rasis pada penghuni Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 16 Agustus 2019, teridentifikasi.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, oknum TNI tersebut datang ke Asrama Mahasiswa Papua bersama rombongan pejabat kecamatan, koramil, dan Polsekta Tambaksari  setelah beredar foto tiang bendera yang dipasang di depan asrama bengkok hingga menyentuh got.

Baca: Lettu Inf Angga Tewas Kecelakaan 9 Hari Jelang Penikahannya, Avanza Remuk Disambar dan Diseret KA

Hukum

Foto bendera dalam got yang diterima pimpinan RW kawasan asrama Kamasan/ISTIMEWA.

Baca: Dua Mahasiswa USU, Antoni Marbun Asal Parbotihan dan Yogi Napitupulu Asal Papua Tewas di Aceh

Baca: Ayah Tega Lampiaskan Nafsu Bejatnya Pada 2 Putri Kandung Selama 9 Tahun, Korban Trauma Berat

Pimpinan rukun warga menyebut foto kondisi tiang dan bendera itu menyebar di grup Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pacar Keling, Tambaksari.

Siapa yang sebenarnya merusak tiang bendera?
Dorlince Iyowau, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya berkata kepada BBC, "Kami tidak tahu-menahu soal bendera yang jatuh di got itu."

"Kami tahu ketika TNI datang dobrak-dobrak tanpa pendekatan hukum, yang langsung main hakim sendiri dengan Satpol PP dan ormas reaksioner."

"Jadi sekali lagi kami tidak tahu soal kejadian bendera yang jatuh dan kami tidak pernah membuang bendera yang mereka maksud itu ke got," kata Dorlince.

Baca: Kronologi Kecelakaan Maut Bus PMH Tewaskan 6 Penumpang, Sopir Langsung Melarikan Diri

Sementara itu, pimpinan RW di kawasan asrama Kamasan juga tak mengetahui pelakunya.

"Kondisi bendera itu kami tahu dari grup WhatsApp. Saya tidak melihat dengan mata sendiri. Tapi yang semua yang melihat pasti emosi," ujarnya.

Pimpinan RW ini enggan namanya disebut.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved