Pendaftaran di Universitas Methodist Indonesia Masih Buka, Fasilitas Korean Center hingga ke LN
Perkembangan UMI sangat bagus baik dari segi penelitian, penulisan jurnal Internasional, serta pendidikan.
TRIBUN-MEDAN.com - Menjadi salah satu universitas tertua di kota Medan yang berdiri sejak tahun 1965, Universitas Methodist Indonesia (UMI) tak hentinya memberikan inovasi serta pembaharuan pada sistem belajar mengajar.
Saat dijumpai di ruangannya, Rektor UMI, Drs. Humuntal Rumampea M.Kom mengatakan UMI dibangun dengan visi dapat menjadi Universitas Profesional, berkarakter iman, dan etika dalam pengembangan IPTEKS yang unggul di tingkal global tahun 2035.
"Perkembangan UMI sangat bagus baik dari segi penelitian, penulisan jurnal Internasional, serta pendidikan. Kita sedang dalam progres agar para mahasiswa selain mendapatkan gelar sarjana juga memiliki sertifikasi profesi, karena kita juga sudah diakui Risetdikti sebagai kampus swasta terbaik nomor 3 di Sumatera Utara," katanya.
Baca: Universitas Methodist Indonesia Targetkan Seluruh Mahasiswa Miliki Sertifikasi Keahlian
Humuntal mengaku saat ini UMI sudah selesai membuka lembaga sertifikasi profesi dan untuk tahap pertama mencakup bidang Komputer, Akuntansi, Managemen, terutama di bidang marketing.
"Kita sudah punya galeri investasi atau semacam bursa efek, yang sudah kita buka untuk umum, dan sejauh ini sudah memiliki miliyan perputaran dana, utu juga sebagai sarana mahasiswa menguji kompetensinya," katanya
Tidak kalah menarik, Humuntal mengatakan UMI juga dikengkapi dengan Korean Center untuk pelatihan bahasa Korea bagi mahasiswa yang ingin lanjut studi ke Korea, bekerja atau belajar tentang negara Korea.
"Korean Center ini sudah bekerja sama dengan komunitas Korea-Indonesia, jadi bukan kita buka sendiri, memang ada rekomendasi dari pusat yaitu orang-orang Korea yang ada di Jakarta. MOU kuta dejgan Korea sudah ada, oertukaran oelajar juga sudah kita lansanakan. Bukan hanya untuk mahasiswa UMI saja, kita juga terbuka untuk luar," katanya
Saat ini UMI memiliki lima Fakultas dengan dua belas Program Studi berjenjang Profesi Dokter, Strata-1 (S-1) dan dua program Studi berjenjang Diploma tiga (D-3) yang semuanya berstatus terakreditasi BAN-PT.
Terdapat sebelas jurusan di UMI yaitu sastra Inggris, pendidikan Dokter, Agroteknologi, Agribisnis, Manajemen, Akuntansi, Manajemen Informatika, Kom. Akuntansi, Pendidikan Tehnologi Informasi, Tehnik Informatika, dan Sistem Informasi.
Wakil Rektor 3 bagian Kemahasiswaan, JM Hutapea SE MM menambahkan disediakan berbagai fasilitas guna menunjang proses belajar mengajar seperti ruang full AC, LCD Projector, WIFI Gratis, Sistem Informasi Akademik Online, tersedia asrama mahasiswa (Rusunawa) serta rumah sakit Merlthodist Susanna Wesly.
"Kita juga memiliki beberapa unit kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan seni dan olahraga, seperti Paduan suara, MUSC english club, KMK
Footshall, Volly, Karate. Taekwondo, dan Musik, belum lama ini paduan suara kuta menang juara 1 Skala Internasional di Bali," katanya.
Tidak ketinggalan, UMI juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, beasiswa Kemenrisetekdikti /LL Dikti, serta Mitra kerjasama UMI dengan berbagai universitas nasional hingga Internasional.
Wakil Rektor 4, Drs. Sevendi Napitupulu M.Hum mengatakan untuk mahasiswa fakuktas Sastra dan Kedokteran setiap tahunnya berkesempatan melaksanakan studi banding ke luar negeri selama kurang lebih satu bulan, negara-negara seperti Malaysia, Bangkok, Korea selatan, Taiwan kerap menjadi pilihan studi banding.
"Kalau studi banding ke luar negeri umumnya kita memilih mahasiswa yang berprestasi, tapi kalau studi dalam negeri siapa saja berkesempatan. Kita sudah bekerjasama dengan Dong-A University Of South Korea, Jeonju University Korea, Catholic University Of Korea dan Telkom University," katanya.
UMI saat ini masih membuka penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2019/2020. Pendaftaran terdiri dari 3 gelombang dan saat ini sudah memasuki pendaftaran gelombang ketiga yang jadwalnya mulai 5 Agustus hingga 7 September 2019.