Sihar Sitorus Tolak Penerapan Wisata Halal di Danau Toba yang Dilontarkan Gubernur Edy Rahmayadi

Menurut Sihar gagasan Edy tersebut malah mengadakan dikotomi atau pemisahan dalam masyarakat dan melanggar konsep Bhinneka Tunggal Ika.

Sihar Sitorus Tolak Penerapan Wisata Halal di Danau Toba yang Dilontarkan Gubernur Edy Rahmayadi
Tribun Medan
Sihar Sitorus saat naik Kapal Ihan Batak saat menyebrang dari Ajibata menuju Samosir, Selasa (7/1/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan Danau Toba masuk dalam program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Danau Toba akan disulap menjadi daerah wisata kelas dunia sebagaimana Bali yang begitu tersohor keindahannya hingga ke luar negeri.

Seiring berjalannya waktu hal yang seharusnya membanggakan tersebut malah menimbulkan kekhawatiran dari beberapa kalangan mayarakat Batak terutama yang tinggal di sekitar Danau Toba.

Pasalnya, pengembangan wisata kelas dunia ini turut membawa pencanangan Wisata Halal oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Konsep Wisata Halal ini disampaikan Edy Rahmayadi pada Kamis (22/08/2019) yang lalu dan langsung menjadi kontroversi di masyarakat.

Gagasan tersebut dianggap tidak menghargai apa yang sudah membudaya dalam masyarakat setempat, terutama ketika menyangkut mengenai penataan ternak dan pemotongan babi. 

Sihar Sitorus saat mengikuti acara adat pemberangkatan dari paman di Kabupaten Samosir, Kamis (17/1/2019)
Sihar Sitorus saat mengikuti acara adat pemberangkatan dari paman di Kabupaten Samosir, Kamis (17/1/2019) (Tribun Medan)

Perhatian tersebut juga datang dari Sihar Sitorus, Legislatif DPR RI terpilih dari Partai PDI-Perjuangan, Dapil II Sumatera Utara.

Menurut Sihar Sitorus gagasan Edy tersebut malah mengadakan dikotomi atau pemisahan dalam masyarakat dan melanggar konsep Bhinneka Tunggal Ika.

“Wisata halal yang dicanangkan oleh Pemerintah menciptakan pemisahan/segregasi antar umat beragama bahkan suku bangsa.

Bukankah Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama namun tetap satu di dalam Indonesia sebagaimana konsep Bhinneka Tunggal Ika yang ditetapkan oleh para pendahulu negeri ini.

Halaman
123
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved