Jerome Polin: Channel YouTube Beri Dampak Positif, Uang jadi Bonus

Salah satu motivasi yang selalu diberikan Jerome Polin adalah motivasi agar semangat dalam belajar.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Youtuber dan selebgram, Jerome Polin Sijabat bertemu dengan ratusan penggemarnya dalam acara Creative Talk dengan tema 'Plan Your Future, Find Your Passion di Istana Koki Medan, Sabtu (31/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Youtuber dan selebgram, Jerome Polin Sijabat bertemu dengan ratusan penggemarnya dalam acara Creative Talk dengan tema 'Plan Your Future, Find Your Passion di Istana Koki Medan, Sabtu (31/8/2019)

Selama ini, Jerome Polin, menerima beasiswa penuh dari pemerintah Jepang usai menamatkan studinya di SMA Negeri 5 Surabaya. Ia membuat konten tentang kehidupan mahasiswa di Jepang di channel YouTubenya, Nihongo Mantappu. Kebanyakan berisi mengenai kerinduannya sebagai mahasiswa asing di negara matahari terbit itu dan mengenalkan Indonesia kepada teman-temannya. Sesekali, ia membuat konten tentang memahami Matematika dengan gampang.

"Saya punya tujuan, saya belajar sama teman-teman, teman-teman saya ini semua jago-jago semua kalau saya merasa malas, saya ingat teman saya, mereka pintar dan mereka terus belajar, jadi saya dorong diri saya untuk terus belajar," ujar Jerome.

Dalam pertemuan itu, Jerome juga menceritakan secara singkat tentang perjalanan hidupnya. Diakui Jerome, ia bisa belajar hingga ke luar negeri sebab dimulai dari mimpinya sejak SD (Sekolah Dasar).

"Saat masih SD saya punya mimpi ke luar negeri. Ketika kita
punya mimpi, kita pasti punya tujuan dan tujuan itu yang akan membentuk kita. Saya
memaksa diri untuk belajar, berusaha meskipun banyak godaan, dan akhirnya mimpi yang membentuk aku, aku kejar mimpi itu," ungkap Jerome.

Salah satu motivasi yang selalu diberikan Jerome Polin adalah motivasi agar semangat dalam belajar. Hal ini juga yang ditularkannya pada anak-anak muda di Medan dengan fokus saat ujian dan tidak bermain media sosial bahkan tidak menggunakan handphone selama ujian.

"Salah satunya mengurangi hal-hal yang tidak berguna seperti kurangi main-main hp (handphone) dengan lihat media sosial. Apalagi saat ujian saya uninstall aplikasi instagram dari hp saya. Bahkan saya enggak pakai hp selama ujian itu misalnya satu bulan. Biar saya fokus dengan ujian saya. Karena memang saya prioritas belajar dan enggak mau nyantai," ujarnya.

Bahkan jika nilai ujiannya rendah, Jerome akan terus mencari tahu apa penyebab sehingga ujiannya gagal. "Jadi saya beri suntikan semangat untuk diri saya agar tidak gagal lagi dalam ujian. Saya akan lakukan hal menyenangkan sebelum fokus lagi yakni buat konten video yang buat semangat belajar di youtube dan awalnya memang enggak ada kepikiran untuk cari uang tapi memang mau kasih edukasi positif melalui video tersebut," kata mahasiswa di jurusan matematika terapan Universitas Waseda di Jepang ini.

Terkait penghasilan yang didapat dari konten video yang ditayangkan di Youtubenya, Jerome mengaku uang tidak segalanya. Mendapatkan penghasilan dari konten kreatifnya itu baginya sebuah bonus.

"Jadi yang saya lakukan semua itu untuk dampak yang positif dan itu yang diutamakan untuk mengajak orang lain juga. Sehingga memperoleh penghasilan atau uang tadi merupakan bonusnya," kata laki-laki kelahiran 2 Mei 1998 ini.

Selain prestasi di bidang akademis, ternyata Jerome juga menyimpan banyak bakat lain yang membuat pengikutnya di media sosial semakin menaruh kagum padanya seperti menyanyi dan bermain musik.

"Ketika motivasi memudar, kita akan merasa bosan dan kehilangan semangat juang, apa yang harus dilakukan ya dipikir-pikir lagi motivasi dan tujuan kita apa kalau belum tercapai kita harus terus semangat," kata Jerome.

Dalam kesempatan yang sama,
CEO Semangka Kuning Organizer, Febrina Ginting mengatakan pihaknya ingin memberikan hal inspirasi dan motivasi sehingga mengundang youtuber yang membangun dan memotivasi.

"Kita mau kasih inspirasi dan mau kasih hal yang positif sama anak muda, sekarang banyak youtuber tapi enggak membangun. Ini kita undang youtuber yang membangun dan memotivasi teman-teman semuanya dimana untuk masa depan itu penting. SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia bagus, Indonesia unggul," ucap Febrina.

Diakuinya, tiket yang habis terjual sebanyak 350 tiket. Para peserta tak hanya datang dari Kota Medan, tapi juga dari Kabanjahe, Pematangsiantar, Parapat dan sebagainya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved