Bupati Terkelin Brahmana Dukung Gubernur Edy Rahmayadi Soal Wisata Halal di Danau Toba

Sebagai salah satu daerah yang termasuk ke dalam kawasan Danau Toba, Kabupaten Karo juga memiliki andil dalam canangan tersebut.

Penulis: Muhammad Nasrul |
tongging2 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Beberapa waktu terakhir, canangan wisata halal untuk kawasan Geopark Kaldera Toba ramai diperbincangkan.

Pasalnya, rencana yang dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi itu, mendapatkan tanggapan yang beragam dari kalangan masyarakat.

Sebagai salah satu daerah yang termasuk ke dalam kawasan Danau Toba, Kabupaten Karo juga memiliki andil dalam canangan tersebut.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, mengaku pihaknya tetap mendukung program dari pemerintah provinsi.

Namun, dirinya mengatakan pihaknya belum menerima informasi secara jelas bagaimana konsep dari wisata halal itu sendiri. 

Dirinya mengungkapkan, apapun konsep yang nantinya ditetapkan di wilayah Toba, nantinya harus dirundingkan dengan seluruh stakeholder.

"Pemerintah daerah tentunya mendukung program dari pemerintah provinsi, tapi nantinya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri juga. Harus melihat stakeholder yang lain, seperti MUI dan Muspida, sesuai dengan kearifan lokal," ujar Terkelin, saat ditemui di Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (4/9/2019).

Namun, Terkelin mengaku pihaknya sampai saat ini belum bisa bertindak terlalu jauh. Terlebih, mereka masih belum mengetahui konsep wisata halal secara jelas.

Seperti diketahui, kawasan Toba yang menjadi bagaian dari Kabupaten Karo berada di Kecamatan Merek, khususnya Desa Tongging.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH (kanan), didampingi Asisten tiga Pemkab Karo Mulianta Tarigan (kiri), saat ditemui di ruangannya, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (11/10/2018). Terkelin menyayangkan masih banyaknya ASN di Provinsi Sumatera Utara yang terlibat korupsi.
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH (kanan), didampingi Asisten tiga Pemkab Karo Mulianta Tarigan (kiri), saat ditemui di ruangannya, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (11/10/2018). Terkelin menyayangkan masih banyaknya ASN di Provinsi Sumatera Utara yang terlibat korupsi. (TRIBUN MEDAN/M NASRUL)

Dirinya menyebutkan, pihaknya saat ini lebih fokus untuk memajukan pariwisata, dengan mamaksimalkan apa yang dimiliki oleh Kabupaten Karo.

"Kita harus siapkan semuanya, karena kita memang daerah wisata," ucapnya.

Lebih lanjut, Terkelin mengatakan dukungan dari wacana ini salah satunya ialah dalam bagian penyediaan sarana dan prasarana.

Menurutnya kedepan fasilitas tersebut akan semakin membantu meningkatkan pariwisata yang ada di Kabupaten Karo, khususnya di Tongging.

"Kita dukung, tapi kita sebagai penyedia sarana dan prasarana, misal pembangunan dan kebersihan yang tujuannya itu mengangkat wisata di daerah kita. Misal pembangunan rumah ibadah seperti Masjid, rumah makan muslim, tapi yang bersih la harusnya," ungkapnya.

Terkelin menambahkan, perihal wisata halal dari sisi makanan pihaknya juga tidak memiliki wewenang lebih jauh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved