Bupati Langkat Berang, Kutuk Keras Tindakan Ayah Tiri Pembunuh Bayi

Bupati juga meminta kepada pihak penegak hukum yang menangani kasus ini, agar memproses pelaku dengan tegas.

Bupati Langkat Berang, Kutuk Keras Tindakan Ayah Tiri Pembunuh Bayi
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Jasad balita MIR alias Akil (di atas plastik hitam) usai ditemukan polisi dan warga kemudian dibawa autopsi ke Rumah Sakit. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Bupati Langkat Terbit Rencana Paranginangin angkat bicara, dan mengutuk keras perbuatan orang tua yang membunuh bayinya.

Hal ini setelah mendengar kabar yang membuat geger masyarakat Langkat, tentang peristiwa tragis meninggalnya seorang Balita Muhammad Ibrahim Ramadhan alias Akil di Langkat, akibat dianiaya tragis oleh ayah tirinya.

Selain mengutuk, Bupati juga meminta kepada pihak penegak hukum yang menangani kasus ini, agar memproses pelaku dengan tegas, sesuai hukum yang berlaku. Bupati minta jangan ada toleransi terhadap kekerasan pada anak.

"Jangan ada toleransi bagi siapapun pelaku kekerasan terhadap anak di bawah umur, berikan hukuman dengan seberat-beratnya, sesuai aturan yang berlaku," tegasnya, Jumat (6/9/2019).

Semoga dengan begitu, kata Bupati, peristiwa yang sama tidak terulang kembali di bumi bertuah ini. Diimbau, agar mulai saat ini, para orang tua dan keluarga serta jiran tetangga, dapat bersama-sama menjaga para balita di bawah umur, dengan pengawasan yang baik, guna menghindarkan hal yang tidak diinginkan terjadi.

Senada, kutukan keras juga disampaikan oleh Wakil Bupati Langkat Syah Afandin, selain merasa prihatin dirinya juga sangat menyesalkan hal tersebut.

"Seharusnya, anak balita itu dirawat dan disayang-sayang, bukan disiksa hingga meninggal," ujarnya.

Syah Afandin juga meminta kepada penegak hukum, agar memproses kasus ini dengan cepat, agar pelaku segera menerima hukuman sesuai dengan perbuatannya, yang tercantum dalam pasal perlindungan anak di bawah umur.

Untuk diketahui, balita malang Akil berusia dua tahun tiga bulan meninggal pada Selasa (27/8/2019) sekitar pukul 17:00 WIB. Bayi ini tewas dihajar, ayah tirinya (pelaku) Riki Ramadhan Sitepu (30) Warga Desa Sei Tembuh Kel. Pekan Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat.

Saat ditemukan, Balita malang itu telah dikubur oleh pelaku dan ibu kandungnya, di samping gubuk yang berada di Kebun Karet Dusun I Desa Panco Warno Kecamatan Salapian, Kabupaten Kabupaten. Korban meninggal, setelah dianiaya berhari-hari oleh pelaku dari mulai senin sampai minggu ( 19 - 25/ 8/2019), yang kemudian diketahui oleh masyarakat dengan cara mengorek kuburannya pada Rabu (4/9/2019) setelah didapati bau busuk mencurigakan.

Selama ini, pelaku melakukan penganiayaan, dengan cara memukul dan menyulut api rokok di sekujur tubuh balita itu, bahkan sebelum meninggal, balita itu juga sempat di masukan di dalam goni, lalu digantungkan di atas pohon yang berada belakang gubuk dan dipukuli hingga meregang nyawa.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved