Istana Negeri Padang Peninggalan Kerajaan Melayu di Tebingtinggi

Kemudian dalam menghidupkan kembali cerita sejarah, kejayaan Raja Tengku Hasyim, mengenalkan kembali sejarah kota Tebingtinggi.

|
Tribun Medan / Akhyar
Wisatawan Tebingtinggi, ananda, Hasian dan Tedy lagi berswafoto di depan pintu Istana Negeri Padang, di kawasan lingkungan penduduk di Jalan KF Tandean, Tebingtinggi, (9/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Tebingtinggi tidak hanya memiliki kuliner terkenal saja. Melainkan, memiliki sebuah istana megah dengan kisahnya yang saling berkaitan, antara Kota Tebingtinggi dan Istana Negeri Padang.

Istana tersebut bernama Istana Negeri Padang, yang merupakan Peninggalan Raja ke XII Kerajaan Melayu, Tengku Hasyim, dan tegak berdiri di kawasan lingkungan penduduk di Jalan KF Tandean, Tebingtinggi.

Ternyata istana tersebut sudah berusia kurang lebih dari dua abad.

Tahun pembangunan istana tersebut 1800 masa kerajaan. Istana dengan warna kebanggaan Melayu, kuning terang membuat gedung tersebut menjadi megah dibandingkan rumah penduduk sekitar.

Cucu Raja Tengku Hasyim, Tengku Emil menceritakan bahwa istana kini dikelola oleh ahli waris Raja Tengku Hasyim.

Kemudian dalam menghidupkan kembali cerita sejarah, kejayaan Raja Tengku Hasyim, mengenalkan kembali sejarah kota Tebingtinggi.

Sementara, keluarga raja berkomitmen untuk menjadikan istana sebagai museum. Hal ini merupakan kesepakatan bersama.

Selanjutnya istana tersebut dijadikan museum dan tempat umum. Di dalam istana tersebut terlihat, Ada pedang peninggalan raja, foto-foto keluarga, pakaian raja, hingga peralatan makan dan minum hingga kursi raja juga ada

Istana Negeri Padang ini belum ada yang berbeda dari kontur bangunannya hingga sampai sekarang.

Bahkan nanti penyusunan barang-barang raja akan mengikuti letak sebelumnya. Hal itu dilakukan dengan melihat dari foto istana sebelumnya.

Selanjutnya, Bangunan lama masih alami dan tidak diganggu. Karena, dibangun untuk tempat tinggal raja alias istana, bangunannya dibuat dari bahan pilihan, sehingga walaupun sudah berabad masih kokoh.

Pihak keturunan hanya merenovasi beberapa seperti lantai, dan jendela da Sisanya masih original.

Selain, bangunan Istana Negeri Padang di atas tanah setengah hektare, juga berdampingan dengan makam para raja dan keturunannya.

Ada makam raja ke delapan, sembilan, dan sepuluh beserta istri dan anak raja. Kawasan ini terbuka untuk umum, apabila yang ingin melayat makam raja.

Ada yang unik juga dari penamaan Kerajaan Negeri Padang tersebut, nama negeri padang diambil untuk menggambarkan kondisi kerajaan yang berada di dataran tanah yang serta pepohonan yang rimbun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved