Inspektorat Sumut Masih Terus Melakukan Pemerikasaan Raibnya Uang Pemprov Rp 1,6 miliar

Penarikan dengan cara tunai, kata Lasro Marbun, perlu adanya pemeriksaan yang lebih teliti untuk mengetahui pencairan uang tersebut.

Inspektorat Sumut Masih Terus Melakukan Pemerikasaan Raibnya Uang Pemprov Rp 1,6 miliar
TRIBUN MEDAN/M Andimaz Kahfi
Suasana di parkiran Pemprovsu tempat uang sebesar Rp 1,67 miliar hilang. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Semenjak diperintahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Inspektorat masih melakukan pemeriksaan internal terhadap pihak-pihak yang bersangkutan kejadian raibnya uang milik Pemprov Sumut senilai Rp 1,6 miliar.

"Pemeriksaan masih terus kita lakukan sampai dengan saat ini," kata Lasro Marbun melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/9/2019).

Sebelumnya, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto heran zaman digital saat ini masih ada penarikan uang dalam jumlah besar yang tidak dilakukan dengan via transfer rekening antar bank.

Penarikan dengan cara tunai, kata Lasro Marbun, perlu adanya pemeriksaan yang lebih teliti untuk mengetahui pencairan uang tersebut.

"Perlu kita periksa dengan cermat dan teliti," jelasnya.

Mantan anggota Ahok ini belum bisa menyimpulkan apakah penarikan yang dilakukan oleh kedua orang itu menyalahi aturan atau tidak.

"Nanti kita lihat ya bang," ucapnya.

Berikut kronologi kehilangan uang miliaran rupiah milik Pemprov Sumut, di Ruang Kerja, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (10/9/2019).

Awalnya uang tersebut diambil dari Bank Sumut, yang berada di Jalan Imam Bonjol. Uang itu nantinya digunakan untuk memberikan gaji Honorer pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dan yang bertugas untuk mengambil uang tersebut, Muhammad Aldi sebagai pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Setah mendapatakan informasi dari bendahara untuk mengambil uang, ia langsung bergerak ke bank Sumut. Dirinya sampai pada pukul 14.00 WIB dan melakukan penarikan uang tunai dan langsung menuju kantor gubernur.

Setelah masuk ke kantor gubernur, Aldi yang ditemani oleh tenaga honorer BPKAD Indrawan Ginting. Tetapi, mereka tidak langsung memarkirkan kendaraan, dirinya memutar halaman parkir untuk mencari tempat parkir yang ia rasa aman.

Uang yang berada di dalam tas itu diletakkan mereka berdua pada bagian belakang mobil yang dianggap aman. Setelah itu, mereka berdua langsung masuk ke kantor gubernur untuk melaksanakan salat dan absen pulang. Kemudian, pada pukul 17.00 WIB Indrawan Ginting hendak menuju ke mobil dan melihat tas berisi uang tersebut sudah tidak berada ditempatnya.

Melihat tas berisi uang tidak ada, dirinya panik dan langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan dan diperiksa sampai dengan pukul 24.00 WIB.

Indra Saleh menjelaskan, mengapa uang tersebut bisa ditarik secara tunai melainkan bukan di transfer melalui bank. Atas perintah gubenrur, kata dia uang tersebut bisa dicairkan. Setelah mendapatakan surat keputusan dari gubernur, maka bendahara BPKAD kemudian memerintahkan Aldi untuk mengambil uangnya di Bank Sumut.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved