Jokowi Ngotot Revisi UU KPK, Ini Pernyataan Terbaru Presiden

Gelombang protes atas revisi UU KPK ternyata tak menyurutkan langkah Presiden Jokowi. Presiden pun membuat pernyataan terbaru tentang polemik ini

Jokowi Ngotot Revisi UU KPK, Ini Pernyataan Terbaru Presiden
Instagram @jokowi
Jokowi Ngotot Revisi UU KPK, Ini Pernyataan Terbaru Presiden. FOTO: Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada unggahannya di Instagram, Jumat (23/8/2019). 

Jokowi Ngotot Revisi UU KPK, Ini Pernyataan Terbaru Presiden

TRIBUN MEDAN.com - Gelombang protes atas revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tak menyurutkan langkah Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun membuat pernyataan terbaru untuk memastikan revisi UU KPK atas inisiatif DPR RI tersebut, akan terus berjalan.

Meskipun revisi tersebut menuai banyak kritik dari berbagai pihak, hingga terjadinya pengembalian mandat tanggung pengelolaan KPK oleh Ketua Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

Jokowi pun mengajak semua pihak untuk mengawasi jalannya pembahasan revisi UU KPK antara pemerintah dan DPR.

"Mengenai revisi UU KPK itu kan ada di (gedung) DPR (pembahasannya). Marilah kita awasi bersama-sama, semuanya awasi," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Baca: Video Detik-detik Suasana Kebakaran dari Dalam Hutan, Kepungan Kabut Asap dan Api

Baca: Ternyata Ini yang Bikin 4 Anggota KKB Papua Menyerahkan Diri ke TNI-Polri, Simak Pengakuan Mereka

Baca: Sempat Kabur Naik Becak Bareng Anak Istri, Kurir Sabu yang Tertembak di Punggung Ditangkap di Mabar

Jokowi juga menegaskan bahwa substansi revisi UU KPK yang diinginkan pemerintah sampai saat ini tidak berubah dari yang sudah disampaikan sebelumnya.

Pemerintah menyetujui pembentukan Dewan Pengawas, penyadapan yang harus seizin Dewan Pengawas, wewenang KPK bisa menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), hingga status penyidik KPK sebagai aparatur sipil negara.

Substansi yang disusulkan pemerintah itu hanya sedikit berubah dari draf RUU KPK yang diusulkan di DPR.

Misalnya, jangka waktu penghentian penyidikan yang diperpanjang dari satu tahun menjadi dua tahun.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved