News Video

Kemendag Musnahkan Temuan Impor Post Border 2 Kontainer, Lampu Swaballast hingga Kertas

Barang yang dimusnahkan terdiri dari lampu swaballast, kertas dinding dan kertas rekam dengan jumlah dua kontainer

Kemendag Musnahkan Temuan Impor Post Border 2 Kontainer, Lampu Swaballast hingga Kertas
Tribun Medan
Proses pemusnahan barang impor post border sebanyak 2 kontainer, Senin (16/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) melakukan pengawasan dan penindakan terhadap importir yang menyalahgunakan kebijakan pengawasan di luar kawasan pabean (post border).

Hal ini disampaikan Direktur Tertib Niaga Wahyu Widayat saat pemusnahan barang temuan impor post border untuk wilayah Sumatra Utara periode Januari - Agustus 2019 di Medan, Sumatra Utara, Senin (16/9/2019).

Barang yang dimusnahkan terdiri dari lampu swaballast, kertas dinding dan kertas rekam dengan jumlah dua kontainer atau senilai kurang lebih Rp 1 miliar dari tiga importir.

“Dari kegiatan pengawasan, ditemukan importir yang melakukan pelanggaran, yaitu melakukan importasi tidak disertai perizinan impor yang sesuai misalnya surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor. Karena itu, barang impor tersebut dikenakan sanksi antara lain pemusnahan,” ujar Wahyu.

Tribun Video;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Mahasiswa Membagikan Tolak Angin ke Anggota DPRD Sumut 2019-2024, TONTON VIDEO. .

Video Detik-detik Suasana Kebakaran dari Dalam Hutan, Kepungan Kabut Asap dan Api

Sebelumnya, Ditjen PKTN sebelumnya telah melakukan pemusnahan temuan post border di Semarang, Jawa Tengah dan Surabaya, Jawa Timur.

Pada kegiatan tersebut turut dimusnahkan barang temuan berupa mainan anak, bijih plastik, sepeda roda dua, raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer dan kertas kanvas.

Direktur Jenderal PKTN, Veri Anggrijono, saat meninjau pelaksanaan kegiatan tersebut menambahkan bahwa kegiatan pemusnahan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan.

Selain pemusnahan, Kementerian Perdagangan melakukan pemblokiran izin impor terhadap beberapa pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan penegakan hukum sehingga dapat memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait kegiatan importasi,” dijelaskan oleh Veri.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved