Kisah Pilu Arini (17) Dihamili Ayah Kandungnya Sendiri hingga Pernah Dijual ke Pria Hidung Belang

DS (47) tega mencabuli anak kandungnya, A, yang masih berusia 17 tahun hingga hamil 5 bulan.

Kisah Pilu Arini (17) Dihamili Ayah Kandungnya Sendiri hingga Pernah Dijual ke Pria Hidung Belang
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
FOTO: Saat Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna dan Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng, menunjukkan pelaku pencabulan terhadap anak kandung di Mapolres Garut, Selasa (2/7/2019). 

Kini di daerah Prabumulih, Palembang, Sumatera Selatan.

Dikutip dari Tribun Sumsel pada Selasa (17/9/2019), Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman lantas membenarkan kejadian tersebut.

Ia turut menjelaskan kronologi hingga video mesum oleh anak SMA itu viral.

Abdul Rahman mengatakan, sang perempuan merupakan seorang pelajar (S).

Sedangkan sang laki-laki sudah dewasa (F).

Mereka berkenalan melalui Facebook.

"Jadi berdasarkan laporan kita terima ada pelajar perempuan berpacaran dengan pria yang telah dewasa, mereka berkenalan di Facebook lalu pacaran," jelas Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman kepada Tribunsumsel.com diwawancarai via telpon, Selasa (17/9/2019).

Saat berpacaran, keduanya sering melakukan video call.

Sang perempuan juga menunjukkan bagian dadanya ketika melakukan video call.

Tanpa sepengetahuan wanita, hal itu rupanya direkam diam-diam oleh sang lelaki.

Setelah mendapat rekaman itu, sang laki-laki mengajak si wanita untuk melakukan hubungan suami-istri.

Jika si perempuan tidak mau, maka si laki-laki akan menyebar video itu.

"Kemudian itu direkam terlapor inisial F, kemudian bermodal itu terlapor memaksa S agar memenuhi keinginan untuk melakukan persetubuhan," kata Abdul Rahman.

Rupanya sebelum video ini viral, ada laporan bahwa seorang perempuan dipaksa untuk berhubungan badan.

Karena diancam, perempuan itu akhirnya mau memenuhi permintaan sang lelaki.

"Jadi terlapor ini memaksa dan mengancam korban agar menuruti keinginannya, korban yang takut kemudian menuruti dan disetubuhilah oleh terlapor," ungkap dia.

Abdul Rahman menambahkan, kini pihaknya tengah menyelidiki lebih lanjut video tersebut.

"Kita akan mintai keterangan dulu, mengenai video yang katanya beredar kita sampai saat ini belum mengetahui," jelas Abdul Rahman.

Kepolisian rencananya akan meminta keterangan lebih lanjut dari pelapor dan melakukan visum.

Jika terbukti benar maka laki-laki itu akan terancam 15 tahun penjara.

"Jika memang benar maka pelaku akan dikenakan pasal anak dibawah umur ancamannya berat 15 tahun penjara, ini masih kami lidik," ucapnya.

Selain itu, Abdul Rahman juga berharap agar warga yang telah memiliki video jangan menyebarkan lagi.

Pasalnya mereka bisa terjerat UU ITE dengan ancaman empat tahun penjara.

Satu di antara murid dari tempat pelajar wanita bersekolah mengatakan, video itu tersebar melalui WhatsApp.

"Ada video dan foto sudah beredar dimana-mana melalui whatsapp di sekolah dan lainnya," ucap murid yang telah melihat video tersebut. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Kronologi Viral Video Mesum Pelajar di Palembang, Diawali Kenal di Facebook dan Pamer Anggota Tubuh

TERUNGKAP 5 Fakta Video Panas Mama Muda Sumedang dan Supir Truk, dari Lokasi dan Identitas Pemain. 

Sebelumnta heboh kasus video panas Vina Garut, kemudian Video Panas seorang Mama muda Sumedang dengan seorang supir truk.

Video Panas Mama muda Sumedang dan supir truk tersebut menggegerkan masyarakat Sumedang setelah beredar melalui pesan elektronik WhatsApp (WA).

Menurut informasi yang didapat, video panas mama muda Sumedang beredar pada Sabtu (7/9/2019).

Lalu siapakah sebenarnya kedua pemeran video panas tersebut dan bagaimana kronologinya?

Berikut lima fakta video panas mama muda Sumedang dan supir truk yang viral.

1. Lokasi Pembuatan Video

Dari video yang beredar, tampak adegan tersebut dilakukan di sebuah kamar sederahana.

Meski tak nampak jelas, namun terlihat ada dinding polos berwarna kuning dan juga kasur biasa.

Diduga, video itu direkam menggunakan ponsel di sebuah penginapan di Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

Direkam menggunakan kamera ponsel, video berdurasi 3,10 menit dan 39 detik itu memiliki kualitas gambar yang tidak terlalu bagus.

2. Identitas Pemain, Video Beredar Via WhatApp (WA)

Mulanya, video panas yang melibatkan mama muda dan supir truk ini ramai beredar di Kecamatan Paseh melalui pesan elektronik WhatsApp (WA).

Mengetahui video panas tersebut beredar luas, pihak kepolisian lantas menyelidiki siapa pemeran dalam video.

Setelah ditelusuri, polisi akhirnya menangkap seorang mama muda berinisial YS (34).

Tak hanya itu, pemeran laki-laki pun turut ditangkap yakni Agus Iyan Sopyan (34) yang bekerja sebagai supir truk.

3. Sosok Agus Selengkapnya

Agus yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di rumahnya.

Diketahui Agus sekarang tinggal di Kertajati, Majalengka berbatasan dengan Ujungjaya dan berhasil diamankan pada Rabu (11/9/2019) dini hari.

Menurut informasi yang beredar, sebelumnya, Agus tinggal di Ujungjaya.

Lebih lanjut, diketahui fakta lainnya yang mengungkapkan bahwa agus tidak hanya sebagai pemeran video saja.

Rupanya, Aguslah yang juga merekam dan menyebarkan video panas ia dan mama muda Sumedang, YS.

Hal tersebut telah dibenarkan oleh Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo yang mengatakan, Agus bertindak sebagai pemeran, perekam, sekaligus penyebar video tersebut.

Akibat perbuatannya tersebut, Hartoyo berujar, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka.

4. Alasan Agus Sebarkan Video Panas, Pertama Kali Disebarkan ke Bibi Korban

Setelah diperiksa oleh pihak berwajib, motif penyebaran video panas tersebut lantas terungkap.

Agus mengatakan bahwa ia sengaja menyebarkan video tersebut lantaran kesal dengan sikap YS, yang tak lain adalah pacarnya.

Agus kesal karena ajakan menikahnya ditolak oleh YS.

Ternyata, Agus dan YS adalah pasangan selingkuh, keduanya pun ternyata masih memiliki ikatan pernikahan masing-masing.

"Baik YS maupun AIS ini masih berkeluarga, masih ada ikatan pernikahan," kata Hartoyo, di kantornya.

Pengakuan Agus juga senada dengan keterangan Hartoyo.

Agus mengatakan, ia kesal karena dibohongi pacarnya.

"Sebelumnya dia mau saya nikahi, tapi saat diajak serius menikah malah menolak," ujarnya, di Mapolres Sumedang, Rabu (11/9/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, sudah menjalin hubungan dengan YS, perempuan asal Paseh, sejak April 2019.

Sementara itu, video hubungan asusilanya direkam sekitar Juli 2019.

"Direkam di sebuah penginapan di Tolengas, Tomo," ujar Agus.

Awalnya, Agus mengirimkan video adegan asusila itu ke bibi YS.

Ia mengirimkannya melalui WhatsApp (WA).

"Saya juga tidak tahu kalau pacar saya itu sudah punya suami," ujar Agus.

5. Bagaimana Nasib Mama Muda YS?

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Agus dijerat Pasal 45 junto Pasal 27 Undang-undang ITE.

Ancaman hukuman pidananya 6 tahun penjara.

Lantas, bagaimana dengan nasib YS, pemeran perempuannya?

YS ternyata berstatus sebagai pelapor.

Sebelumnya ia berstatus sebagai saksi.

Hartoyo mengatakan, dalam konteks kasus penyebaran video, sementara YS belum bisa dijadikan tersangka.

Pasalnya, meski video itu diambil atas persetujuan kedua belah pihak, tapi penyebarannya dilakukan sepihak.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut.

Kepolisian akan memanggil pihak-pihak yang menerima kiriman video itu untuk menjadi saksi.

"Yang salah ini kan dikirimkan ke seseorang atau beberapa orang dan itu menjadi viral," ujar Hartoyo. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 5 Fakta Video Viral Mama Muda Sumedang & Supir Truk Beradegan Panas, dari Lokasi & Identitas Pemain Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ayah Perkosa Anak Kandung Berkali-kali hingga Hamil 5 Bulan, Pernah Dijual Rp 300.000" dan Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Tak Bermoral, Seorang Ayah di Bangkinang Riau Tega Setubuhi Anak Kandungnya Bertahun-tahun

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved