Wisata Bunga Bangun Sari di Tanjung Morawa Kerap Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Tumbuh-tumbuhan atau tanaman bunga tersebut, dijual dari harga Rp 1500 sampai jutaan dan puluhan juta rupiah.

Tribun Medan / Nasrul
Para pengunjung lagi membeli bunga di Wisata Bunga Bangun Sari yang tereletak di Gang Madirsan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, hari Kamis (19/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Destinasi wisata di Provinsi Sumatra Utara sangatlah banyak. Satu di antaranya Wisata Bunga Bangun Sari yang tereletak di Gang Madirsan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, hari Kamis (19/9/2019).

Lokasi destinasi wisata ini dapat ditempuh sekitar 13 km dari kota Medan. Kemudian, julukan atau tempat Wisata Bunga ini sudah ada kurang lebih dari awal-awal tahun 1990-an.

Berawal terkenal sebagai tempat jual bibit pohon buah-buahan dan bunga untuk taman.

Kemudian terus mengalami perkembangan, dan menjual beragam tanaman atau bunga hias serta bibit tumbuhan buah-buahan.

Dari jenis tumbuhan seperti Bunga Kamboza, Kemuning, Keladi, Kwanti, Balik Angin, Melati China, dan Melati Mini serta ribuan jenis tumbuh-tumbuhan.

Tumbuh-tumbuhan atau tanaman bunga tersebut, dijual dari harga Rp 1500 sampai jutaan dan puluhan juta rupiah.

Kalau, harga puluhan juta termasuk tanaman Bonsai. Biasnya pengunjung yang membeli merupakan orang dari Batam, Aceh, Pekanbaru, dan Medan.

Pembeliannya pun tak tanggung-tanggung, sampai memakai beberapa kontainer untuk mengirim pesanan bunga atau bibit tumbuhan tersebut.

Borongan belanja yang sering ini karena, bunga-bunga atau tumbuhan-tumbuhan yang dibelanjai tidak lain untuk keperluan pembangunan perumahan di kota-kota tersebut.

Selanjutnya, biasanya bunga-bunga atau tumbuhan tersebut sering disewa untuk di suatu acara resepsi atau upacara pemerintahan dan perusahaan.

Bunga-bunga dan tumbuhan tersebut didekorasi dibuat sepeeti taman di suatu acara tersebut.  Wisata Bunga Bangun Sari ini sangat indah sekali dan asrih jika dipandang dengan mata.

Hal ini karena ketika memasuki kawasan Gang Madirsan, pengunjung akan melihat kurang lebih ratusan kios milik pedagang bunga dan tumbuhan, berderet sepanjang jalan Gang tersebut.

Hal ini sangat wajar karena dari ketengan warga setempat, Gang ini memang penghasilan merupakan menjual bunga dan bibit tumbuhan dari turun menurun. .

Biasanya pedagang-pedagang tersebut pukul 09.00 WIB sudah membuka kios dagangan bunganya setiap hari. Kemudian tutup saat menunjukan pukul 18.00 WIB, namun terkadang tidak tentu jika lagi banyak pembeli bisa sampai malam.

Tak hanya membeli, para wisatawan juga sering berkunjung untuk berswafoto.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved