INILAH Sosok Pria yang Berhasil Melewati Ritual Bertapa di Dalam Kuburan Selama 5 Hari 5 Malam
Banyak warga bertanya apa saja yang dialami dan dirasakan oleh Mbah Pani selama terbaring di dalam kuburan
Saya dipocong (dikafani). Ya saya sendiri yang memakai kain kafan.
Sekujur tubuh. Kemudian saya berbaring dengan posisi miring menghadap kiblat.
Terus alas berbaring saya di dalam hanya blarak (daun kelapa kering).
Ada 8 kelapa muda diletakkan di empat sudut.
Ada bantal gelu (bantalan dari tanah) diletakkan di kepala, pantat, dan kaki. Gelunya tiga.
Itu gelu yang saya pakai dari dulu. Nanti kalau saya dipanggil Gusti Allah, saya ingin gelu ini juga yang dipakai ketika saya dikuburkan.
Apa pantangan orang melakukan topo pendem?
Tidak boleh tidur, tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh buang air kecil, dan tidak boleh buang air besar.
Istilahnya pati geni, mateni geni memadamkan api.
Sebelum menjalani topo pendem, selama tiga bulan saya tidak makan apa-apa selain buah-buahan.
Ada wirid khusus selama ritual?
Wirid sebisa-bisanya saya. Sebab saya bukan kiai. Sebisanya saya baca, entah itu Alfatihah atau lainnya.
Yang jelas saya meminta kekuatan kepada Allah SWT.
Selama dalam kuburan itu saya melaksanakan shalat, bertayamum pakai tanah. Juga shalat tahajud dan shalat hajat. Saya lakukan semampu saya.
Mengalami apa saja selama di dalam kuburan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mbah-pani.jpg)