News Video
KERUSUHAN di Wamena Papua Dilihat dari Pesawat, Banyak Titip Api, Asap Hitam Membumbung Tinggi. .
Puluhan rumah dan kantor dibakar, asap hitam membumbung tinggi di langit Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan rumah dan kantor dibakar dampak dari kerusuhan di Wamena, video dari pesawat memperlihatkan banyak titip api.
Asap hitam membumbung tinggi di langit Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Tonton video di Wamena;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
INILAH Hoaks Pemicu Wamena Rusuh yang Tewaskan Puluhan Orang, BACA YANG KERAS jadi BACA KERA
Wamena Lumpuh, Massa Bakar Kantor Pemerintah, PLN, Ruko dan 5 Motor, Ini Penjelasan Kapolda
Dilansir dari Kompas.com, korban tewas kerusuhan terus bertambah karena saat ini proses evakuasi terhadap bangunan yang dirusak dan dibakar tengah berjalan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengkonfirmasi ditemukan beberapa jenazah di Wamena yang diduga adalah korban kerusuhan.
"Pagi ini sudah ditemukan 4 jenazah di puing-puing bangunan yang terbakar, jadi total 21 tewas," ujarnya di Jayapura, Selasa (24/9/2019).
Dijelaskannya, setelah kerusuhan pada Senin (23/9/2019), aparat TNI-Polri masih fokus melakukan pengamanan objek-objek vital.
Mulai pagi ini, aparat mulai melakukan evakuasi terhadap korban.
"Jadi kemarin sampai sore itu rekan-rekan kita setelah jam 15.00 WIT sebagian melaksanakan patroli, pengamanan beberapa objek vital dan melakukan pencarian terhadap para korban," kata Kamal.
Polisi Amankan 318 Mahasiswa Terlibat Kerusuhan di Expo Wamena, Ini Pernyataan Tegas Gubernur Papua
Gempa Bumi Guncang Tenggara Jayawijaya Papua hingga Dirasakan ke Wamena
Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.
Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, melaporkan, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa kios masyarakat.
Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.
Sementara Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja memastikan bahwa alasan massa melakukan aksi anarkistis di Wamena adalah karena mereka termakan kabar tidak benar (hoaks).
"Wamena minggu lalu ada isu, ada guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi," ujarnya di Jayapura.
Rudolf mengklaim kepolisian sudah mengkonfirmasi isu tersebut dan memastikannya tidak benar. (*)
Berita ini sudah terbit di Kompas.com dengan judul Korban Tewas Kerusuhan Wamena Bertambah Jadi 21 Orang