Mahasiswa vs Polisi Bentrok di Palopo, Motor Petugas Dibakar dan Mobil Patroli Digulingkan

Mahasiswa vs Polisi Bentrok di Palopo, Motor Petugas Dibakar dan Mobil Patroli Digulingkan

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com/Muh. Amran Amir
Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Selasa (24/09/2019). Satu unit motor polisi dibakar, dan 1 unit mobil dirusak massa 

Massa berorasi depan gedung walikota Palopo bermaksud ingin masuk namun pagar ditutup rapat, aksi kemudian dilanjutkan ke gedung DPRD.

Para pengunjuk rasa berupaya masuk ke dalam gedung DPRD Palopo dengan cara memaksa dan mendobrak pintu pagar bahkan sebagian melewati pagar.

Aksi mahasiswa ini tidak ditemui satu pun anggota DPRD Palopo. Para mahasiswa hanya melakukan orasi dan menurunkan bendera Merah Putih di depan gedng DPRD.

Aksi ini memicu terjadinya bentrok antar mahasiswa dan petugas keamanan.

Aksi juga dilakukan di sepanjang jalan trans Sulawesi oleh mahasiswa dengan membakar ban bekas.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cokroaminoto Palopo, Andi Suriadi mengatakan bahwa tuntutan pokok yang dilakukan adala menolak Undang-undang KPK dan bubarkan BPJS Kesehatan.

“Undang-undang KPK yang disetujui jelas melemahkan kinerja KPK,” kata Suriadi.

Terkait BPJS Kesehatan, Suriadi menjelaskan bahwa BPJS dibubarkan karena defisit dari pada anggaran BPJS itu terus meningkat, sehingga anggaran APBN itu kemudian menurun.

“Kami lebih sepakat dengan Jamkesmas atau Jamkesda karena sudah beberapa tahun lalu sudah diterapkan dan tidak membebani APBN,” ujarnya.

Hingga saat ini aksi terus berlanjut di depan gedung DPRD Palopo.

Baca: KORBAN TEWAS di Wamena jadi 26 Orang, 22 Orang Pendatang, Kapolri Ungkap Pemicu dan Dalang Rusuh

Baca: KABAR AHOK & Istri Terkini - Istri Ahok Puput Nastiti Devi Tunggu Kelahiran, Foto Hamil Terbaru

92 Luka di Bandung

Sementara itu, sebanyak 92 mahasiswa di Bandung mengalami luka-luka usai terjadi kericuhan dengan petugas kepolisian di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (23/8/2019) kemarin.

Mereka yang terluka saat demo langsung dibawa ke Universitas Islam Bandung (Unisba). Setelah itu, para mahasiswa tersebut dilarikan ke 4 rumah sakit.

“Mereka mendapat pertolongan pertama di Unisba kemudian dilarikan ke empat rumah sakit,” ujar Rektor Unisba Setiadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (24/9/2019).

Keempat rumah sakit itu yakni RS Sari Ningsih, RS Borromeus, RS Halmahera, dan RS Hasan Sadikin Bandung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved