AKHIRNYA Polisi Pelaku Pemukulan Mahasiswa di Gedung DPRD Sumut Ditangkap
Ia mengatakan ada 12 anggota Polda Sumut yang diperiksa terkait video dari atas gedung Bank Mandiri tiga diantaranya dari Brimob Polda Sumut.
"Bagaimana mungkin anggota DPRD Sumut ditangkap dan dipukuli saat menyaksikan demonstrasi mahasiswa, tidak bisa dibenarkan itu," katanya.
Baskami menjelaskan pihaknya akan menyurati Kapolresta Medan guna mempertanyakan peristiwa penangkapan dan pemukulan Pintor tersebut.
"Surat dilayangkan setelah terlebih dulu melalui pembicaraan dengan fraksi-fraksi lainnya hari ini," katanya.
Baskami menjelaskan, kepolisian memiliki SOP terkait tindak pengamanan atau kekacauan tidak meluas.
Menurutnya, penangkapan diikuti penganiayaan secara semena-mena atau serampangan tidak bisa dibenarkan.
Ia juga menyesalkan tindakan mahasiswa yang melakukan pelemparan dan pengrusakan.
Baskami mengaku telah mengutus enam Anggota Dewan untuk menemui mahasiswa.
"Saya sudah tugaskan enam anggota dewan menjumpai mahasiswa tetapi mereka meminta 100 orang harus turun," terangnya.
PINTOR SITORUS ANGKAT BICARA
Anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra, Pintor Sitorus angkat bicara mengenai insiden yang menimpanya tatkala kericuhan pada aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sumut, Selasa (24/9/2019) lalu.
Pintor mengatakan ia bersama para Anggota Dewan lainnya turun ke lokasi untuk meredam serta mendengar aspirasi para mahasiswa.
"Kami melihat aksi tersebut merupakan kegiatan penyampaian aksi kepada kami para Anggota Dewan dan juga DPRD sebagai sebuah lembaga legislatif," ujarnya, Rabu (25/9/2019).
Pintor mengatakan saat itu situasi sedang tidak menentu.
Ia menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan sebagian mahasiswa dan juga kekerasan oleh oknum aparat.
"Saya kira pihak keamanan memiliki SOP dalam hal pengamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-terekam-keroyok-mahasiswa.jpg)