Sang Bunda Legawa Makan Beras Mentah dan Es Batu Asalkan Putrinya Bisa Makan Makanan Ini

Sang Bunda Legawa Makan Beras Mentah dan Es Batu Asalkan Putrinya Bisa Makan Makanan Ini

Tayang:
Malaysia Kini
Seorang ibu rela makan es batu sehari-hari, agar putrinya bisa makan. #Sang Bunda Legawa Makan Beras Mentah dan Es Batu Asalkan Putrinya Bisa Makan Makanan Ini 

Sang Bunda Legawa Makan Beras Mentah dan Es Batu Asalkan Putrinya Bisa Makan Makanan Ini

Film Madzlan dibuat setelah sebuah laporan Unicef diterbitkan yang mengatakan satu dari lima anak yang tinggal di rumah susun murah di Kuala Lumpur menderita kekurangan gizi.

TRIBUN-MEDAN.com - Ibu akan benar-benar melakukan apa pun untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka, bahkan jika itu berarti mengorbankan kesejahteraan mereka sendiri.

Semua itu dilakukan untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak kelaparan.

Dan Aisha Othman adalah salah satu ibu yang rela melakukan semuanya demi anak-anak.

Dia bahkan akan rela hanya memakan es batu dan beras mentah, untuk menghilangkan rasa lapar, sehingga putrinya yang berusia tujuh tahun, Paymitra Abdullah, tetap bisa makan.

Aisha bersama suami dan juga anaknya Paymitra tinggal di Desa Rejang PPR (Perumahan Rakyat).

Menurut Malaysiakini, keluarga mereka dalam garis kemiskinan dan harus bertahan hidup dengan gaji yang sangat sedikit 1.500 Ringgit (Rp 5 juta) per bulan dari penghasilan suami Aisha, yang bekerja sebagai satpam di Cheras.

Aisha mengatakan keluarga itu tidak punya cukup uang untuk makan berkecukupan karena mereka terus terbebani oleh tagihan listrik dan sewa rumah.

Mereka bahkan harus menanggung beban membayar sewa rumah mertua Aisha hingga hampir 5 ribu Ringgit (Rp 16 juta) per tahun.

"Setelah kita menyelesaikan tagihan, maka kita bisa fokus pada apa yang bisa dimakan.

Tapi biasanya, setelah membayar semua tagihan dalam sebulan, kami tidak punya uang lagi," ucap ibu malang itu.

Ia menambahkan bahwa keluarga mereka hanya mampu membeli bahan makanan jika suaminya mendapat pekerjaan sambilan selama seminggu.

Dia mengatakan bahwa, satu kali merka tidak makan apa-apa selain nasi selama tiga hari karena keluarga hanya mampu membeli roti dalam jumlah terbatas.

Dan makanan itu hanya mereka berikan pada anak perempuan mereka.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved