Sejumlah Instansi dan Perusahaan di Medan Alami Kerugian Dampak Demo di DPRD Sumut

Roy menyampaikan saat aksi unjuk rasa terjadi, banyak dari para mahasiswa justru berlindung di instansi terdekat seperti Kodim 0201/BS

Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sejumlah huruf di gapura Kodim 0201/BS copot akibat aksi mahasiswa menolak RUU KUHP dan UU KPK, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa terkait RUU KUHP dan KPK di Gedung DPRD Medan dan DPRD Sumatera Utara, ternyata menyisakan banyak klaim kerugian oleh instansi negeri maupun swasta yang berdiri di dekatnya. Kerugian tersebut pun mulai dari kerugian materil hingga immaterial.

Aksi mahasiswa tersebut tak sekali dilakukan, unjuk rasa yang terjadi pertama kali, pada Rabu (25/9/2019) dan berlanjut dua hari berselang Jumat (27/9/2019). Bahkan pada hari kedua jumlah massa semakin banyak lantaran diikuti pelajar dari beberapa sekolah di Kota Medan.

Unjuk rasa yang terjadi pertama kali, pada Rabu (25/9/2019) misalnya. Salah seorang petugas keamanan Gedung DPRD Medan mengeluarkan darah dari hidung akibat mendapat lemparan batu. Gedung DPRD Medan sendiri, menerima beberapa kali lemparan batu yang mengakibatkan jendela gedung yang mayoritas dilapisi kaca terlihat menganga.

Aksi mahasiswa kembali terjadi dua hari berselang, Jumat (27/9/2019) dengan jumlah yang semakin banyak lantaran diikuti pelajar dari beberapa sekolah di Kota Medan. Aksi ini mengular bahkan ke Simpang Jalan Merdeka Walk

Tribun Medan pun mendapati bahwa kerugian juga dialami Kodim 0201/Berdiri Sendiri. Kodim yang dipimpin Kolonel (Inf) Roy Hansen J Sinaga ini mengalami kerugian akibat huruf di papan tulisan kodim bercopotan.

"Kodim sendiri kerugiannya itu. Huruf-huruf yang menerangkan kodim, copot. Taman pun rusak akibat diinjak. Lapangan Benteng kita pun rusak. Bunga-bunganya banyak diinjak dan pagarnya rusak akibat didorong-dorong," ucap Kolonel Roy.

Roy menyampaikan saat aksi unjuk rasa terjadi, banyak dari para mahasiswa justru berlindung di instansi terdekat seperti Kodim 0201/BS sehingga tak bisa terantisipasi kerusakan-kerusakan yang terjadi. Mereka bahkan melompat pagar Lapangan Benteng yang tentunya merusak dan membahayakan diri pribadi.

"Sebenarnya nggak baik juga kalau berdemo itu larinya ke Kodim. Ini takutnya terlihat bias, bahwa seakan akan kita mengakomodir mereka, para mahasiswa. Coba lari ke tempat yang lain sebaiknya," kata Roy.

Meski demikian Roy mengaku tak bisa menolak begitu saja, bila mahasiswa datang berlindung. Ada sisi kemanusiaan prajurit TNI, imbuhnya, yang akhirnya melonggarkan semuanya. Namun ia berpesan agar para mahasiswa ke depannya untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyampaikan aspirasinya sesuai aturan di negara demokrasi Republik Indonesia.

Di kesempatan yang sama, dua anak usaha Lippo Group juga mendapati kerugian dari aksi mahasiswa. Jendela kaca yang berada di samping lift Universitas Peita Harapan, Gedung Lippo Plaza pecah akibat lemparan batu dari kerumunan mahasiswa. Belum lagi arus yang ditutup diklaim banyak menunda kunjungan masyarakat ke Lippo Plaza.

"Pengaruh juga ke sektor Food and Beverage (F&B) tamu weekend buffet jadi sepi. bahkan ada yang cancel datang ke Aryaduta," ujar Nurul Nasution Public Relation Aryaduta Hotel Medan (Member of Lippo Group).

Namun demikian demo tersebut diakui Nurul tak banyak mengurangi okupansi hotel. Sebab saat itu ada customer yang sudah booking jauh-jauh hari dengan paket group. Meski demikian ia mengaku perusahaannya belum menghitung kerugian nan melakukan tindakan lanjutan.

"Tamu kemarin kebetulan ada yang group dan sudah memesan sebelum hari H demo. Kalau kerugian nilai kaca yang dilempari dan immaterial itu belum dihitung, ya," pungkasnya.

Bersebelahananan dengan Kodim Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Medan pun bernasib sama. Sejumlah sidang terjadwal akhirnya ditunda ngingatatat kekhawatiran yang tinggi, bila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Para tahanan pun sudah dikembalikan ke Rutan sebelum sore, mas," ujar salah seorang satpam menceritakan pengaruh aksi tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved