G30S 1965

G30S 65 - Ulik Profil Jenderal TNI AH Nasution yang Kehilangan Putrinya Ade Irma Suryani dan Ajudan

G30S 65 - Ulik Profil Jenderal TNI AH Nasution yang Kehilangan Putrinya Ade Irma Suryani dan Ajudan

kebudayaan.kemendikbud.go.id
G30S 65 - Ulik Profil Jenderal TNI AH Nasution yang Kehilangan Putrinya Ade Irma Suryani dan Ajudan. Jenderal Besar TNI (Purn.) Abdul Haris Nasution adalah satu di antara pahlawan nasional Indonesia. (kebudayaan.kemendikbud.go.id) 

G30S 65 - Ulik Profil Jenderal TNI AH Nasution yang Kehilangan Putrinya Ade Irma Suryani dan Ajudan

Namun saat penculikan itu berlangsung, putri bungsunya, Ade Irma Suryani yang berusia 5 tahun malah tertembak ketika hendak dibawa ke tempat aman oleh adik Nasution, Mardiah.

TRIBUN-MEDAN.com - Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution adalah satu di antara pahlawan nasional Indonesia yang lolos dari penculikan oleh pasukan Gerakan 30 September (G30S) pada 1 Oktober 1965.

Dikutip TribunWow.com dari Wikipedia, Minggu (29/9/2019), Nasution adalah satu di antara tujuh perwira Angkatan Darat anti-komunis yang menjadi sasaran penculikan.

Namun saat penculikan itu berlangsung, putri bungsunya, Ade Irma Suryani yang berusia 5 tahun malah tertembak ketika hendak dibawa ke tempat aman oleh adik Nasution, Mardiah.

Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. Insert foto prajurit eks Cakrabirawa yang beri pengakuan terkait peristiwa G30S.
Jenderal Besar Soeharto berbincang dengan Jenderal Besar AH Nasution, sesaat sebelum menerima ucapan selamat pada acara silaturahmi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (5/10/2007) siang. Insert foto prajurit eks Cakrabirawa yang beri pengakuan terkait peristiwa G30S. (ARSIP KOMPAS/JB SURATNO/KOLASE TRIBUNWO.COM)

 

Nasution dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya dalam perang melawan penjajah Belanda.

Nasution juga memimpin pasukan Siliwangi saat ada pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 hingga dirinya menjadi incaran PKI.

Diketahui, Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918.

Nasution merupakan konseptor Dwifungsi ABRI yang disampaikan pada 1958 lalu diadopsi selama pemerintahan Soeharto.

Bersama Soeharto dan Soedirman, Nasution menerima pangkat kehormatan Jenderal Besar pada 5 Oktober 1997 ketika ulang tahun ABRI.

Nasution dilahirkan di keluarga Batak Muslim di Desa Hutapungkut, Kotanopan.

Pria yang akrab disapa Pak Nas ini merupakan anak kedua dan merupakan putra tertua dalam keluarganya.

Ayah Nasution adalah pedagang tekstil, karet dan kopi, serta anggota organisasi Sarekat islam.

Sosok ayah Nasution begitu relijius dan berharap anak-anaknya belajar di sekolah agama.

Namun sang ibunda ingin Nasution belajar kedokteran di Batavia.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved