Asah Sastra dan Logika Menulis A La KOMPAK, Bersama Mahasiswa Calon Sarjana Pendidikan

Jadi misi kami awalnya memuliakan hidup dengan tulisan. Upaya kita sebagai pemuda yang berstatus mahasiswa mencerdaskan kehidupan bangsa.

Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/HO
Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) setelah melakukan berbagai latihan sastra untuk mengasah karya tulis mereka. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) Sumut kini memasuki usianya yang ke 11 Tahun. Komunitas yang digawangi beberapa mahasiswa dari Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), ini, hingga kini aktif memuliakan hidup lewat tulisan.

Gagasan terbentuknya (KOMPAK) berasal dari empat sekawan yang saat itu mengenyam pendidikan dari kedua kampus tersebut. Mereka adalah Dani Sukma Agus Setiawan, Rudi Hartono Saragih, Sri Handayani dan Budianto.

Dani yang diwawancarai Tribun Medan, Kamis (3/10/2019) menyampaikan KOMPAK saat ini masih bertahan. Bahkan tak hanya berdiri pada dua kampus. KOMPAK masa ini diisi dari hadirnya mahasiswa/i beberapa universitas di Kota Medan, semisal UNPRI, POLIMEDIA, UMA, UIN, USU, dan lain sebagainya.

"Jadi misi kami awalnya memuliakan hidup dengan tulisan. Ini salah satu upaya kita sebagai pemuda yang berstatus mahasiswa mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, kami coba berkarya, memberikan edukasi, pengetahuan, semangat dan motivasi kepada masyarakat agar mengedepankan pendidikan," ujar Dani.

Dani menyampaikan adanya KOMPAK seperti mewadahi mereka dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, dengan bersama, mereka bisa saling tukar pikiran menghasilkan karya karya inspiratif lewat tulisan tulisan di media.

"Jadi kami itu ada namanya Tugas Militer. Maksudnya apa? Jadi kami sering giliran siapa yang ditunjuk untuk punya karya tulis yang diupload ke media cetak. Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk bagaimana tulisan tulisan kami layak tayang sehingga bisa mempengaruhi masyarakat," ujar Dani.

Pria yang sehari harinya berprofesi sebagai dosen di Universitas Prima Indonesia, menyampaikan kegiatan lainnya dirinya dan teman teman laksanakan seperti Bedah karya, Penerbitan Buku, Pelatihan dan Pementasan Teater, Pembuatan film dan Diskusi Sastra bersama Komunitas Sastra se-Kota Medan.

KOMPAK membuka kesempatan mahasiswa dari kampus mana pun untuk ikut serta untuk memuliakan hidup lewat tulisan. Anak anak muda ini aktif melakukan bedah karya, misalnya cerpen atau novel. Kemudian diulas maknanya, logika bahasa, sampai tanda baca yang tepat.

Teman-teman di Kompak pun sadar betul, harus ada target yang diraih. Beberapa kali, teman-teman Kompak serta ikut kompetisi sastra baik lokal mau pun nasional.

"Home base kami kalau di Google Maps (sudah pernah didata pemerintah pusat dan dipetakan) itu di Taman Budaya Sumatera Utara. Namun kalau latihan itu biasanya ganti ganti kampus," ujarnya.

Teranyar KOMPAK sedang mengikuti salah satu ajang film Kemendikbud yang rencananya diumumkan November 2019 nanti. Dalam ajang tersebut, KOMPAK mengirimkan karyanya yang berjudul Sundawi dan Jawani.

Dani berharap kegiatan mengasah sastra yang mereka lakukan dalam KOMPAK, bisa membangun para teman teman mahasiswa, yang mayoritas merupakan calon sarjana pendidikan. Sebab, mereka akan hadir mencerdaskan generasi generasi yang lebih muda di bawahnya.

"Jika pun mereka tak menjadi guru. Upaya mencerdaskan masyarakat bisa hadir dari karya mereka yang lain dengan kemampuan menulis yang mereka miliki," pungkasnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved