Mahfud MD: Ada Benih Separatis Peninggalan Belanda di Papua

Mahfud MD mengingatkan pemerintah untuk hati-hati dan lebih bijak menangani konflik di Bumi Cendrawasih.

Mahfud MD: Ada Benih Separatis Peninggalan Belanda di Papua
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
MAHFUD MD 

Untuk itu, penyelesaian masalah Papua harus tetap dalam koridor dan memastikan rakyat tetap sejahtera dan aman.

"Jangan sampai pecah dan terus menyelesaikan masalah di dalam tantangan yang hidup dalam negara demokrasi," kata Mahfud.

Diketahui, Papua dan Papua Barat dilanda rentetan kerusuhan. Terakhir, kerusuhan pecah di Wamena setelah aksi unjuk rasa, Senin (23/9/2019).

Komnas HAM mencatat, sebanyak 31 orang tewas dalam insiden tersebut dan 43 orang luka-luka akibat kerusuhan itu. Selain itu, kerusuhan menyebabkan banyak bangunan di Wamena rusak dan terbakar.

Baca: 2 Oknum Polisi Dipenjara setelah Insiden Kejar Mahasiswa Demo hingga Masuk Masjid Syuhada 45

Baca: Viral Postingan Slip Gaji Bupati Banjarnegara, Besarannya Cuma 5,9 Juta, Ini Kisah di Baliknya

Aparat TNI terus melakukan evakuasi pengungsi korban kerusuhan Wamena, Papua.

Hingga Rabu (2/10/2019), sudah sekitar 7.000-an pengungsi yang sudah dievakuasi ke Sentani Jayapura menggunakan pesawat TNI Hercules.

“Pengungsi Wamena yang telah dievakuasi ke Jayapura menggunakan pesawat hercules berjumlah, 7.042 orang. Jumlah ini sejak proses evakuasi dilakukan sejak 23 September lalu,” kata Danlanud Silas Papare melalui Kapen Lanud Silas Papare, Mayor Sus Rindar Noor A, Rabu (2/10/2019).

Menurut Danlanud, para pengungsi tersebut saat ini ditampung di tempat pengungsian di Sentani.

“Ada 8 titik yang jadi tempat penampungan pengungsi Wamena di Sentani,” ujarnya.

Pada Rabu lalu, ada 3 pesawat Hercules yang dikerahkan untuk melakukan evakuasi pengungsi dari Wamena menuju Jayapura.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved