Warga Bawa Pulang Ikan Mati yang Diduga Akibat Keracunan, Gubernur Perintahkan DLH Periksa

Kepolisian khawatir ikan yang dibawa pulang itu beracun sehingga meminta warga untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Warga menangkapi ikan yang mati di aliran Sungai Sianga Dusun VIII Kampung Baru, Desa Teladan, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Rabu (9/10/2019). Badan Lingkungan Hidup Asahan sudah mengambil sampel air untuk mengetahui kandungan zat berbahaya di aliran sungai tersebut. 

KISARAN, TRIBUN-Sungai Sianga di Kampung Baru, Dusun VIII, Desa Teladan, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan diduga terpapar zat berbahaya. Puluhan ikan yang hidup di sungai tersebut mendadak mati.

Meski ada dugaan ikan mati karena terdampak limbah, namun sebagian warga tetap membawanya pulang ke rumah.

"Ikan yang mati itu banyak diambili warga. Padahal sudah kami larang (untuk membawanya)," kata Kapolsek Prapat Janji, AKP Nasib Manurung, Rabu (9/10).

Ia khawatir, ikan yang dibawa pulang itu beracun. Sehingga dirinya meminta warga untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut.

"Airnya masih mau diteliti. Makanya tidak boleh sembarangan dikonsumsi," terang Nasib.

Dari cerita perwira berpangkat tiga balok emas di pundak ini, Sungai Sianga diduga terpapar limbah sejak beberapa hari lalu. Ia menerima laporan pada Selasa (8/10) kemarin.

Setelah menerima informasi tersebut, Nasib bersama anggotanya menyambangi lokasi. Katanya, dari pengamatan sementara, ikan yang hidup di sungai itu banyak yang mengambang. Namun, Nasib tidak mau buru-buru berspekulasi bahwa ikan mati karena diduga limbah pabrik yang ada tak jauh dari desa tersebut.

"Saya kemudian menginformasikan masalah ini pada Dinas Lingkungan Hidup (Asahan). Mereka sudah mengambil sampel airnya," terang Nasib.

Disinggung lebih lanjut mengenai masalah ini, ia pun mengatakan bahwa peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi.

"Ya, kita tunggu lah hasilnya. Karena sampel airnya masih diteliti di lab," kata Nasib.

Di Sungai Sianga, sejumlah ibu tampak membawa tangguk. Mereka menyusuri sungai dengan membawa plastik kecil. Setiap ikan yang berhasil ditangguk kemudian dimasukkan ke dalam plastik tersebut.

Sayangnya, sejumlah ibu ini enggan memberikan komentar kenapa mereka mengambil ikan yang mati. Mereka tampak asyik memunguti ikan yang mengambang terbawa arus sungai.

"Kejadian ikan mati ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya enggak pernah," timpal Sarman, seorang warga setempat.

Katanya, beberapa waktu lalu sungai memang sempat diduga tercemar zat berbahaya. Kala itu, air sungai berubah warna menjadi keruh.

"Sebelumnya enggak ada berbau. Tapi ini udah muncul sedikit bau. Entah karena ikan yang mati, atau karena ada zat berbahayanya," ungkap Sarman.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved