Wiranto Ditikam

Psikolog Beber Kenapa Netizen Malah tak Simpati Respons Wiranto Ditikam Abu Rara dan Fitria

Dia berkata, dalam sekejap, yang tadinya kawan karena kepentingan pribadi dan golongan bisa berubah menjadi lawan.

Psikolog Beber Kenapa Netizen Malah tak Simpati Respons Wiranto Ditikam Abu Rara dan Fitria
HO
Psikolog Beber Kenapa Netizen Malah tak Simpati Respons Wiranto Ditikam Abu Rara dan Fitria. Wiranto mendapat perawatan medis setelah ditikam pasutri Abu Rara dan Fitria di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) 

Psikolog Beber Kenapa Netizen Malah tak Simpati Respons Wiranto Ditikam Abu Rara dan Fitria

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto diserang orang tak dikenal pada Kamis siang (10/10/2019).

Saat turun dari mobil, Wiranto tiba-tiba ditusuk sehingga menimbulkan dua luka di perut kirinya.

Atas kejadian ini, internet dibanjiri pemberitaan tentang Wiranto.

Publik pun ramai membahas penyerangan tersebut di berbagai lini, termasuk media sosial dan grup percakapan.

Namun menariknya, dari sekian banyak komentar tentang tragedi yang menimpa Wiranto, sebagian orang yang justru merasa "senang".

Kenapa ada orang yang menunjukkan respons seperti ini?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog sosial Hening Widyastuti.

Menurut Hening, kasus penyerangan Wiranto dan komentar publik, erat kaitannya dengan kasus politis yang sifatnya rentan dan sensitif.

"Pak Wiranto menjabat sebagai Menko Polhukam, ada kaitan secara langsung atau tidak langsung, yang bertanggung jawab dengan situasi kondisi keamanan saat ini yang tidak stabil di Indonesia," ujar Hening.

Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) warga Medan yang merupakan penusuk Wiranto di Banten, Kamis (10/10/2019)
Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) warga Medan yang merupakan penusuk Wiranto di Banten, Kamis (10/10/2019) (Tribun Medan)
Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved