20 Atlet Pelajar Difabel Perkuat NPC Sumut di Peparpenas 2019, Targetkan Lima Besar

Persiapan sudah hampir 80 persen. Rencana akan ada training camp (TC) bulan Oktober ini juga sebelum berangkat

Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
FOTO ILUSTRASI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Setelah melalui tahapan seleksi daerah (selekda), 20 atlet difabel dinyatakan lolos untuk memperkuat Sumatera Utara pada Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2019 di Jakarta, tanggal 6-13 November mendatang.

Wakil ketua Bidang Peningkatan Prestasi NPC Sumut, Mazrinal Nasution mengatakan, sebelum berangkat, para atlet akan lebih dulu menjalani pemusatan latihan (training camp) untuk semakin mematangkan persiapan mereka. Rencananya Pemusatan latihan akan berlangsung selama lebih kurang dua Minggu.

"Persiapan sudah hampir 80 persen. Rencana akan ada training camp (TC) bulan Oktober ini juga sebelum berangkat," ujarnya, Senin (14/10/2019).

Mazrinal turut mengapresiasi para atlet yang berhasil lolos seleksi. Dia mengatakan pada Peparpenas tahun inj, atlet-atlet pelajar NPC Sumut harus berusaha keras untuk bisa menorehkan prestasi. Apalagi menurutnya persaingan antar provinsi akan sangat ketat di ajang dua tahunan antar pelajar difabel tersebut.

"Saingan antar provinsi sangat luar biasa sekarang. Dua tahun lalu rangking ketujuh, target tahun ini kita gak muluk-muluk kalau bisa minimal masuk lima besar," terangnya.

Terkait jumlah medali, Mazrinal mengatakan NPC Sumut menargetkan bisa meraup lebih dari 10 medali emas. Harapannya, para atlet pelajar NPC Sumut dapat bertanding maksimal dan meraih prestasi yang membanggakan bagi Sumatera Utara.

"Para atlet ikuti program pelatihan yang diberikan oleh pelatih. Kita berharap para atlet tetap menjaga fisik harus tetap bugar, jaga kesehatan. Mudah-mudahan sukses," katanya.

Adapun 20 atlet yang lolos seleksi berasal dari lima cabang olahraga (Cabor) yang terbagi dalam empat jenis klasifikasi. Klasifikasi Tuna netra terpilih empat atlet yaitu Muhammad Triresha Anjasta, Fransiskus Zebua (atletik), Khairunnnisa dan Yayukari Mendrofa (catur). Kemudian 8 atlet tuna Daksa M Auliya Anshori (renang), Muhammad Rizky, Prayuda, Desy Manik, Robby Syahrul Ramadhan, Geryn Pratama Simatupang, Reza Aulia (atletik). Serta Zay Fachri (Boccia).

Dari klasifikasi tuna Grahita terpilih M Khairurrasyid (bulutangkis), Yuwanda, Timotius Cen Agung, Agnes Monica (atletik). Dari klasifikasi Tuna Rungu Wicara Riyadh Firmansyah, Madinsama Arinta Pinem, dan Lidya Meisyarah (atletik), serta Janesa Liliana (renang).

Sebelumnya ada 174 pelajar disabilitas mengikuti selekda yang berlangsung di kota Medan, pada 25 hingga 27 September. Pelajar berasal dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah umum yang ada di Kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.

Selekda kali ini dilaksanakan untuk enam cabang olahraga yakni atletik, bulutangkis, tenis meja, Boccia, Renang, dan catur.

Selekda Digelar Terbuka

Sebelumnya, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian mengatakan, seleksi dilakukan secara terbuka dengan merekrut atlet difabel dari beberapa Yayasan Sekolah Luar Biasa dan umum di Sumut. Dia mengatakan dari selekda ini diharapkan bisa mendapatkan atlet terbaik, untuk memperkuat Sumut di Peparpenas tahun ini.

“Ya inilah salah satu rangkaian yang kita lakukan supaya merekrut atlet itu tidak suka – suka. Harus kita lihat dari semua aspek, aspek kemampuan atlet serta teknik- teknik yang didapatkannya gitu. Jadi, tidak asal comot saja,” ujar Baharuddin Siagian beberapa waktu lalu.

Baharuddin optimistis, dengan selekda secara terbuka akan terjaring talenta – talenta muda dari setiap cabor karena semua peserta ingin menjadi yang terbaik. Apalagi dalam proses selekda tersebut juga melibatkan banyak pihak agar dapat menjaring atlet terbaik, mulai dari kemampuan teknik, fisik, attitude, dan kecerdasannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved