TRIBUN WIKI
4 Fakta Hari Ulos Nasional, Sejarah di Balik Kain Khas Suku Batak
Hari ini menjadi hari yang spesial bagi masyarakat Batak di seluruh Indonesia. Pasalnya, tepat hari ini dirayakan Hari Ulos Nasional.
TRIBUN-MEDAN.com - Hari ini menjadi hari yang spesial bagi masyarakat Batak di seluruh Indonesia. Pasalnya, tepat hari ini dirayakan Hari Ulos Nasional.
Mungkin tak banyak yang tahu bahwa tanggal 17 Oktober diperingati sebagai Hari Ulos Nasional, padahal, perayaan ini sudah berlangsung sebanyak 4 kali sejak tahun 2015.
Pada 17 Oktober 2015, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kain Ulos sebagai warisan budaya tak benda, sehingga setiap tanggal tersebut dirayakan Hari Ulos Nasional.
Dan di Medan, perayaan Hari Ulos Nasional berlangsung di Lapangan Merdeka Medan.
Di tempat ini pengunjung bisa melihat ratusan ulos karya penenun tradisional Batak dan sub-Etnik Batak yang dipamerkan.
1. Kain Kebanggan
Ulos sendiri, merupakan kain khas kebanggaan suku Batak, sekaligus memiliki pernanan penting dalam adat Batak.
Sejatinya, ulos merupakan simbol kehangatan bagi masyarakat suku Batak.
Nenek moyang suku batak dulunya hidup di daerah pegunungan. Kebiasaan mereka yang bekerja di ladang membuat mereka harus terbiasa melawan dinginnya cuaca. Karena inilah maka ulos dibuat.
Ulos dapat diartikan sebagai selimut yang menghangatkan tubuh dan melindungi diri dari terpaan udara dingin.
Seperti yang disebut leluhur batak, bahwa, sumber kehangatan itu ada tiga. Yaitu, matahari, api, dan ulos.
2. Awalnya Dipakai Penghangat Tubuh
Awalnya ulos hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh biasa.
Namun, lama-kelamaan ulos ini memiliki arti yang penting setelah sering digunakan oleh para tetua adat dan menjadi simbol adat suku Batak.
Kain ulos ini bentuknya selendang dan memiliki warna yang khas, seperti warna merah, hitam, dan putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akbar_tandjung.jpg)