Resmi Duduk Lagi Menjadi Sekda Siantar, Budi Siregar Tak Dendam: Ada Aturan yang Harus Ditegakkan

Budi Siregar saat ditemui di acara grand opening Vona Cafe Jalan Kartini Kota Pematangsiantar membantah ada menyimpan rasa sakit hati

Resmi Duduk Lagi Menjadi Sekda Siantar, Budi Siregar Tak Dendam: Ada Aturan yang Harus Ditegakkan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Budi Utari Siregar resmi menjabat kembali sebagai Sekda Siantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Budi Utari Siregar telah resmi menjabat lagi sebagai sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar. Budi Siregar juga berencana akan kembali masuk kantor pada Senin 21 Oktober mendatang.

Budi Siregar saat ditemui di acara grand opening Vona Cafe Jalan Kartini Kota Pematangsiantar membantah ada menyimpan rasa sakit hati atau dendam dengan pencopotan kemarin. Bahkan, tentang tudingan penyalahgunaan jabatan yang dilaporkan ke Inspektorat Sumut.

Budi mengatakan keadaan birokrasi segera pulih. Ia menilai selama ini banyak kepentingan administrasi yang terkendala karena jabatan Sekda hanya ditempati oleh Pelaksanaharian.

"Jangan terkendala secara administari. Sifat Plh (pelaksanaharian) itu wewenangnya terbatas. Kita ingin kondisi Siantar kembali adem. Terutama, birokrasi bisa berjalan dengan normal lagi,"katanya, Jumat (18/10/2019).

Saat disinggung tenang komunikasi dengan Walikota Hefriansyah, Budi mengatakan masih menunggu. Ia mengatakan masih menunggu tindak lanjut Walikota Hefriansyah atas surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pria berusia 44 tahun ini mengatakan semua keputusan dari KASN dapat disikapi dengan arif.

"Surat dari KASN secara arif disikapi. Kita gak dalam rangka melawan ada aturan yang ditegakkan ada yang dipatuhi aturan. Pasca ini memang belum komunikasi dengan Pak Wali. Hari ini mungkin sudah sampai itu surat dari KASN. Biar nnti kedepannya jangan terjadi lagi seperti ini. Kita tunggu tindaklanjut dari Pak Wali atas surat itu. Kalau pun secara defacto sudah bisa,"ujarnya.

Ia menilai KASN turun meminta klarifikasi atas pemberitaan media selama ini. Ia menampik tim KASN turun karena laporannya.

"Terpenting pemerintahan di Kota Siantar ini berjalan dengan baik lagi. Tidak ada lagi kisruh-kisruh,"ujarnya seraya mengatakan menunggu Walikota Hefriansyah mengeluarkan SK pembatalan pencopotannya.

Seperti diketahui, KASN telah mengeluarkan surat keputusan rekomendasi bersifat wajib ditindaklanjuti. Dalam ini rekomendasi itu memerintahkan Walikota Hefriansyah mengembalikan Budi Utari Siregar sebagai Sekda Kota Siantar paling lambat 14 hari. Asisten KASN Bidang Promosi dan Advokasi Nuhasni mengatakan ada kesalahan prosedur atas pencopotan Budi Utari Siregar pada 24 September lalu. Ia menilai ada tindakan kesewenang-wenangan Hefriansyah dalam mencopot Budi Siregar.

Sebelumnya, Hefriansyah melaporkan Budi Siregar ke Inspektorat Sumut dengan tudingan penyalahgunaan jabatan. Inspektorat mengeluarkan surat keputusan bahwa Budi terbukti bersalah. Namun, surat itu tidak berlaku karena KASN turun melakukan penyelidikan.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved