Jenderal Ahli Cuci Otak, Dokter Terawan Muncul di Istana Pakai Kemeja Putih

MAYOR Jenderal (Mayjen) TNI dr Terawan Agus Putranto muncul di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (22/10/2019).

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Warta Kota/Cek n Ricek
Dokter Terawan Agus Putranto 

Jenderal Ahli Cuci Otak, Dokter Terawan Muncul di Istana Pakai Kemeja Putih

MAYOR Jenderal (Mayjen) TNI dr Terawan Agus Putranto muncul di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (22/10/2019).

Seperti calon menteri lainnya, dokter yang ahli pengobatan stroke lewat terapi cuci otak ini juga terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Begitu tiba di Istana, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto itu langsung menyapa para awak media yang memenuhi Kompleks Istana.

Namun, dr Terawan enggan bicara banyak.

Ia bergegas masuk ke Kantor Presiden.

"Saya masuk ke dalam dulu ya," ujar dr Terawan.

Baca: 3 Hari Berstatus Istri Wapres, Wuri Esti Handayani Kena Fitnah, Tasnya Dikira Hermes Rp 672 Juta

Baca: Kapolri Tito Karnavian Diberhentikan Hari Ini, Komjen Ari Dono Didapuk Pimpin Korps Bhayangkara

Baca: Kapolri Jenderal Tito Karnavian Resmi Diberhentikan, Tanpa Interupsi 515 Anggota DPR Langsung Setuju

Kedatangan dr Terawan ini menyusul sejumlah tokoh sebelumnya yang berdatangan ke Istana sejak Senin kemarin.

Sebagian tokoh yang hadir mengaku ditawari menjadi menteri oleh Jokowi.

Sosok dr Terawan

Nama dr Terawan pernah menjadi perbincangan hangat di publik lantaran dipecat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait metode cuci otak yang dikembangkannya.

Terawan Agus Putranto merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM.

Begitu tamat, dr Terawan langsung mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat. Ia menghabiskan kariernya di dunia medis dengan menemukan metode baru, terapi cuci otak, untuk pengobatan stroke.

Terapi cuci otak dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim bisa menghilangkan penyumbatan di otak yang menjadi penyebab stroke.

Namun, metode cuci otak yang dikenalkan Terawan menuai pro kontra karena dinilai belum melalui uji klinik dan belum terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mengobati stroke.

Baca: Sidang Empat Polisi Pemeras, Saksi dari Polisi Benarkan BAP usai Diancam Hakim soal Keterangan Palsu

Baca: Saat SD Jual Kue, SMP Kondektur, SMEA Sopir Angkot, Kini Bahlil Lahadalia Jadi Menteri

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved