Nafas Fest, Lomba Meniup Seruling Terlama Gawean Mahasiswa Etnomusikologi USU

Para penonton berdecak kagum saat tiga juri Nafas Fest unjuk kemampuan bermain seruling.

Tribun Medan/Gita Nadia Tarigan
Keseruan Nafas Fest di Fakultas Ilmu Budaya USU, Jalan Universitas Nomor 19, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Para penonton berdecak kagum saat tiga juri Nafas Fest unjuk kemampuan bermain seruling. Perpaduan irama yang indah membuat para penonton tak ingin ketinggalan momen tersebut.

Nafas Fest merupakan lomba meniup seruling terlama yang dilaksanakan oleh Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara, dalam rangka unjuk kemampuan sekaligus mempererat solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya USU, Jalan Universitas Nomor 19, Rabu (23/10/2019).

Ketua panitia, Sintong mengatakan Nafas Fest ini sebagai ajang seru-seruan untuk mahasiswa baru Etnomusikologi, sebab ekosistem berkesenian dianggap semakin minim setiap tahunnya.

"Ini sebagai ajang seru-seruan kita juga, karena udah mulai sepi, generasi-generasi barunya entah kemana. Sudah jarang kegiatan seni seperti ini dilakukan, padahal kalau dibandingkan dengan kami yang masuk stambuk 13 sering sekali ada kegiatan seni, jadi ibaratnya ini mengobati rindu lah," katanya.

Lelaki berambut gondrong tersebut juga mengatakan bahwa, acara seni seperti ini dapat memberikan energi positif dan merangsang keinginan berkesenian, terutama bagi mahasiswa baru.

"Ini sudab masuk tema ke dua, tema pertama kemarin Sticking Fest. Kalau sticking fest kan menggunakan akat pukul. Tapi kalau Nafas Fest menggunakan alat tiup. Ini pertama kali kita laksanakan," katanya.

Selain itu, Sintong berharap kegiatan ini akan semakin rutin dilaksanakan. Selanjutnya katanya keguatan seni lainnya akan dilaksanakan dua minggu mendatang.

"Penilaiannya itu dari pitch, bagi pemusik pasti sudah paham bagaimana pitch yang konstan atau tidak nafasnya. Selain itu juga kita nilai dadi durasinya, tadi paling lama itu 19,01 detik itulah yang juara satu," katanya.

"Alat musik yang menggunakan nafas ini lumayan susah. Bagi aku sendiri yang tahu bermusik, ini cukup sulit dilakukan. Jadi kami mau sekalian agar adik-adik ini percaya diri unjuk kemampuan, dan merekalah yang akan mengambil peran untuk kegiatan berikutnya," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved