Razia Kendaraan Besar-besaran Operasi Zebra Toba 2019 Mulai Hari Ini, Berikut Pesan Kapolda

Polda Sumut akan menggelar giat operasi zebra Toba 2019 mulai dari 23 Oktober sampai 5 November 2019.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI - Anggota Sat Pamwal Polda Metro Jaya melakukan operasi simpatik jaya 2013 di Jalan DR.Satrio Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013). Operasi ini digelar selama 21 hari, mulai 6 Mei hingga 27 Mei mendatang, guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran berlalu lintas. (TRIBUNNEWS/HERUDIN ) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut akan menggelar giat Operasi Zebra Toba 2019 mulai dari 23 Oktober sampai 5 November 2019.

"Ada 14 hari pelaksanaan Ops zebra Toba ini," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Rabu (23/10/2019).

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam apel pasukan operasi ini mengatakan ada 7 prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran, yakni, pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi dl bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI.

Kemudian pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba/mabuk, dan pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

"Hal ini karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Operasi Zebra Toba 2019 ini juga digelar dalam rangka penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas," ujarnya, Rabu (23/10/2019).

Agus menjelaskan, sesuai data pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2018, terdapat sebanyak 78 kejadian, atau mengalami kenaikan 30% dibandingkan tahun 2017 yang hanya 60 kejadian.

Adapun jumlah korban meninggal dunia pada 2018 adalah sebanyak 44 orang, atau naik 109,52% dibandingkan tahun 2017, yakni sebanyak 21 orang.

Begitu juga untuk pelanggaran lalulintas, pada Operasi Zebra 2018 terdapat sebanyak 51.265 pelanggaran. Sedangkan pelanggaran lalulintas tahun 2017 sebanyak 48.055.

"Untuk pelanggaran terjadi kenaikan 6,68% dengan jumlah tilang sebanyak 42.821 lembar dan teguran sebanyak 8.444 lembar. Sedangkan tahun 2017 jumlah tilang sebanyak 41.168 lembar dan teguran sebanyak 6.887 lembar," paparnya.

Agus menyampaikan pihaknya menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalulintas tersebut perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi Kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder.

Supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalulintas dengan tuntas.

Oleh sebab itu, menurut Agus, diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas.

Sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

"Sekali lagi saya berharap pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2019 ini nantinya dapat menekan angka pelanggaran dan laka lantas di wilayah Sumut. Terutama pada saat pascapelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, dimana sebagian masyarakat kembali ke daerahnya masing-masing dan menjelang hari raya Natal dan tahun baru di mana mobilitas masyarakat saat ibadah, liburan dan mudik, diprediksi akan semakin meningkat," terangnya.

Dia merinci, dalam operasi yang sama tahun lalu, jumlah kecelakaan mencapai 78 kasus atau naik 30 persen dibanding 2017 yang mencatatkan 60 kasus. Dari angka itu, sedikitnya 44 orang tewas, melonjak dibanding 2017 yang tercatat 21 orang tewas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved