Ada Upaya Gagalkan Pengangkatan dr Terawan Jadi Menteri Kesehatan, Begini Reaksi Sang Mayjen

Pengangkatan dr Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan, ternyata tak berjalan mulus. Ada upaya gagalkan pengangkatan dr Terawan jadi Menkes

Editor: Juang Naibaho
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menkes Mayjen TNI Dr terawan Agus Putranto sebelum pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. 

Ada upaya gagalkan pengangkatan dr Terawan Jadi Menteri Kesehatan, Begini Reaksi Sang Mayjen

T R I B U N MEDAN.com - Pengangkatan dr Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan, ternyata tak berjalan mulus. Ada upaya gagalkan pengangkatan dr Terawan jadi Menteri Kesehatan.

Beredar surat yang dilayangkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kepada Presiden Jokowi terkait pemilihan dr Terawan sebagai Menteri Kesehatan.

Ditandatangi oleh Dr Broto Wasisto, DTM&H, MPH selaku ketua MKEK tertulis alasan MKEK tidak menyarankan dr Terawan sebagai Menkes.

Alasannya, dr Terawan masih dikenakan sanksi akibat pelanggaran kode etik kedokteran.

Berikut penggalan isi surat dari MKEK kepada Presiden Jokowi:

Bila diperkenankan kami ingin menyarankan agar dari usulan calon-calon tersebut (nama menteri kesehatan) mohon kiranya Bapak Presiden tidak mengangkat Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sebagai Menteri Kesehatan. Adapun alasan yang mengirigi saran kami adalah karena Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sedang dikenakan sanksi akibat melakukan pelanggaran etik kedokteran. Sanksi tersebut tertera dalam Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran PB IDI No.009320/PB/MKEK-Keputusan/02/2018 tanggal 12 Februari 2018. Adapun pelanggaran etik tersebut terkait terapi cuci otak atau Digital Substraction Angiography (DSA) yang diperkenalkan Dokter Terawan.

mkek surat

Anggap Tantangan

Meski dapat 'penolakan', dr Terawan Agus Putranto resmi menduduki kursi Menteri Kesehatan (Menkes) setelah dilantik Presiden Jokowi, Rabu (23/10/2019). Ia juga tetap percaya diri.

Bagi dr Terawan, surat yang dikirim IDI ke Presiden Jokowi agar dirinya tidak diangkat menjadi Menkes, merupakan hal wajar.

"Tidak masalah pengangkatan pasti diwarnai pro dan kontra. Apalagi jabatan politis. Tantangan pasti selalu ada, justru itu yang menarik," tegasnya usai pelantikan di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Adanya dukungan dari keluarga diyakini dr Terawan menjadi semangat tersendiri baginya untuk mengemban amanat dari sang kepala negara.

"Saya tidak menyangka bakal jadi menteri. Saat diminta pak presiden, saya langsung bilang siap untuk membantu. Keluarga juga senang, memberi semangat dan pastinya mendoakan," tutur dr Terawan.

Raut kebahagiaan dr Terawan, usai pelantikan. memang tak terbendung. Ia selalu tersenyum saat menghadap ke kamera dan diwawancarai oleh awak media.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved