Racun Gulma Roundup Dilarang Dipakai Mulai Desember, Petani Thailand Protes
Industri kimia telah melobi untuk terus menggunakan glifosat yang dijual dengan nama dagang Roundup produksi anak perusahaan Bayer, Monsanto.
TRIBUN-MEDAN.com - Thailand akhirnya melarang penggunaan glifosat dan dua bahan pestisida lain, paraquat dan clorphyrifos, meskipun ada protes dari para petani, Selasa (22/10/2019).
Dilansir dari Channel News Asia, Larangan itu, oleh Komite Bahan Berbahaya Nasional Thailand disebutkan akan berlaku efektif pada 1 Desember 2019 mendatang.
“Larangan itu akan berlaku efektif pada 1 Desember,” kata ketua komite Panuwat Triangjulsri kepada wartawan.
Larangan ini dikeluarkan karena memicu berbagai penyakit.
Paraquat, herbisida yang disebut oleh Pusat Pengendalian Penyakit AS sangat beracun telah dilarang di Eropa sejak 2007.
Sebuah studi menyebutkan bahwa chlorpyrifos menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak-anak. Sementara para kritikus mengatakan, glifosat kemungkinan adalah penyebab kanker.
Organisasi pertanian dan industri kimia telah melobi untuk terus menggunakan glifosat yang dijual dengan nama dagang Roundup produksi anak perusahaan Bayer, Monsanto.
Di Amerika Serikat ada lebih dari 13.000 tuntutan hukum yang mengklaim glyphosate menyebabkan berbagai jenis kanker, meskipun itu banyak digunakan dalam pertanian di sana.
Perusahaan juga sering kali mengalami kekalahan dalam pengadilan
Austria menjadi anggota Uni Eropa pertama yang melarang semua penggunaan glifosat pada bulan Juli.
Sementara Republik Ceko, Italia, Belanda dan Prancis melakukan pembatasan dan secara bertahap menghapusnya pada 2023.
Vietnam melarang semua herbisida yang mengandung glifosat segera setelah kasus Roundup di Amerika Serikat.
Tetapi keputusan itu dengan cepat dikecam oleh Sekretaris Pertanian AS, yang mengatakan itu akan berdampak pada produksi pertanian global.
Menteri Kesehatan Thailand, berpendapat bahwa pestisida membahayakan nyawa, kemudian memuji tindakan pelarangan itu.
Sementara itu, Asosiasi Petani menyebut larangan ini tidak adil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/roundup_monsanto.jpg)