APMAS Ancam Aksi Lanjutan, Bila Aktor Intelektual Perusak Masjid Amal tak Ditangkap
Indra Syafi’i mengatakan aksi hari ini menuntut agar Perumnas bertanggungjawab terhadap harta Masjid Amal Silaturahmi.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan umat Islam tergabung dalam Aliansi Penyelamatan Masjid Amal Silaturahmi (APMAS) kembali melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (1/11/2019) sore.
Kali ini, APMAS melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perum Perumnas Regional I Medan, di Jalan Matahari Raya No 313 Medan.
Massa yang datang sempat ingin dipertemukan dengan petinggi-petinggi dari Perum Perumnas Regional I Medan. Namun, tidak ada seorang pun para petinggi yang mau hadir untuk menjumpai para pendemo.
Ketua BKM Masjid Amal Silaturahmi, Indra Syafi’i mengatakan aksi hari ini menuntut agar Perumnas bertanggungjawab terhadap harta Masjid Amal Silaturahmi.
"Kami tahu ada aktor intelektual. Kenapa kami tahu, karena barang-barang disimpan di Perumnas," kata Indra, Jumat (1/11/2019).
"Kalau memang itu perintah Perumnas. Aparat harus tangkap aktor intelektual dibelakang ini," sambungnya.
Indra menegaskan bahwa polisi yang bisa menentukan hukum yang salah. Kalau tidak minggu ketiga ini, kami akan kembali unjuk rasa ke Polrestabes Medan.
Terkait kerugian, pihak Polsek Medan Area sudah menghitung kerugian sekitar Rp 103 juta. Perkembangan sudah enam orang yang dimintai keterangan dan diduga dilepas kembali.
Soal situasi di masjid sudah aman kembali. Kami sudah dua kali melaksanakan salat Jumat.
"Insya Allah kegiatan masjid bagus bahkan jemaah semakin bertambah banyak," tuturnya.
Soal teror susulan, Indra menyebut indikasi ada tapi belum dilihat secara nyata.
"Kami berharap mau masjid ini dua silahkan. Tapi jangan ada ribut antar umat. Karena ini permasalahan antara umat Islam dan umat Islam," harap Indra.
Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Romadhoni Sutardjo mengatakan pihaknya menurunkan 272 orang personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa.
"Alhamdulillah berlangsung dengan aman dan lancar. Aliansi yang berunjuk rasa menyampaikan tuntutan dengan damai," kata Romadhoni.
Terkait petinggi Perum Perumnas yang tidak mau menjumpai para pendemo, Romadhoni mengaku dilokasi tidak ada pegawai berwenang dari Perumnas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/menuntut-dalang-perusak-masjid-amal-silaturahmi-segera-ditangkap.jpg)