Gagal Berobat Karena Dipersulit Mengurus e-KTP, Arjuna Sinambela Meninggal Dunia

"Pak, tolong bantu. Aku sakit parah," kata Arjuna Sinambela (23) pengidap Tubercolosis, memohon dengan sangat kepada Kabid Disdukcapil Deliserdang.

Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera
Arjuna Sinambela Gagal Berobat Karena Dipersulit Disdukcapil Deliserdang Mengurus e-KTP 

Gagal Berobat Karena Dipersulit Mengurus e-KTP, Arjuna Sinambela Meninggal Dunia

TRIBUN-MEDAN.COM-DELISERDANG - Sebuah postingan tentang buruknya pelayanan publik di Kabupaten Deli Serdang viral di Media Sosial Facebook.

Postingan tersebut pertama kali diunggah Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera pada Jumat (1/11/2019). Postingan ini sudah dibagikan dan dikomentari ratusan warganet.

Postingan tersebut tersebut menceritakan bahwa ada seorang warga bernama Arjuna Sinambela yang berulang kali datang mengurus e-KTP dipersulit oleh Disdukcapil Deliserdang.

Padahal KTP tersebut sangat diperlukan Arjuna Sinambela, sebagai salah satu syarat baginya supaya bisa berobat secara gratis, karena tidak mempunyai uang untuk biaya.

Namun apa dayanya, sanking susahnya mengurus e-KTP di Kabupaten Deliserdang, dia tak kunjung mendapat e-KTP sampai akhir hayatnya.

Penyakit yang diderita Arjuna Sinambela ternyata sudah parah, namun tidak kunjung bisa berobat meski dia sudah mencoba mengurus e-KTPnya.

Baca: Siksa dan Bakar Anak Tirinya yang Masih Balita hingga Meninggal, Ery Anwar Ditangkap Polisi

Baca: Masih di Dalam Penajara, Ahmad Dhani Mendaftar dari Partai Gerindra sebagai Calon Wali Kota Surabaya

Berikut Postingan Lengkap Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera

"Pak, tolong bantu. Aku sakit parah," kata Arjuna Sinambela (23) pengidap Tubercolosis, memohon dengan sangat kepada Kepala Bidang Kependudukan Dinas Catatan Sipil Deli Serdang, Jumat (25/10/2019) lalu.

Permohonan itu disampaikan Arjuna sesaat setelah ia selesai mengecek datanya secara online di database kependudukan Dinas Catatan Sipil. Sesekali ia terbatuk-batuk.

Namun ia hanya bisa berharap. Permohonannya seperti bertepuk sebelah tangan. Sang Kabid Kependudukan berdalih tidak bisa membantu.

"Senin saja kau datang," anjurnya.

Jawaban itu melemahkan semangat lelaki 23 tahun itu. Sang Kabid sepertinya tidak mau tau kenapa Arjuna sampai memohon pengurusan identitas kependudukannya itu.

Sang Kabid juga tidak menanyakan lelaki itu sedang mengidap penyakit apa.

Padahal, sebelum bertemu Kabid Kependudukan Dinas Catatan Sip itu, Arjuna sempat memuntahkan darah segar. Ia nekat menemui sang kanid dengan saru keyakinan bahwa akan ada solusi untuk mempercepat dirinya bisa mengakses layanan kesehatan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved