RAPAT Terbatas Pertama Kabinet Jokowi Terkait Penyampaian Program-program di Bidang Polhukam

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Sosialisasikan Kebijakan Pemerintah kepada Masyarakat dengan Baik

RAPAT Terbatas Pertama Kabinet Jokowi Terkait Penyampaian Program-program di Bidang Polhukam
Biro Setpres
Presiden Jokowi pimpin rapat terbatas kabinet di kantor Kepresidenan, Kamis (31/10/2019) 

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Sosialisasikan Kebijakan Pemerintah kepada Masyarakat dengan Baik

////

TRIBUN-MEDAN.Com - Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas terkait penyampaian program-program di bidang politik, hukum, dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

"Kita harus waspada terhadap politik dunia yang sekarang ini ada kecenderungan untuk mudah sekali bergejolak," ujarnya dalam sesi pengantar rapat terbatas.

Presiden Jokowi mencontohkan dinamika yang baru-baru ini terjadi di Chile dengan pemicunya ialah isu mengenai kenaikan tarif layanan transportasi sebesar 4 persen.

Desakan yang ada membuat pemerintah setempat melakukan perombakan secara besar-besaran di kabinetnya.

"Tetapi itu pun juga tidak meredam gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung pada anarkisme," kata Presiden.

Menko Polhukam Mahfud MD berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto setelah rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Kamis (31/10/2019)
Menko Polhukam Mahfud MD berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto setelah rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Kamis (31/10/2019) (Biro Setpres)

Baca: AS Rilis Video Penyerbuan Pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, Kekayaannya Mencapai Rp 46 Triliun

Baca: Awalnya Ugal-ugalan Bawa Motor dan Tabrak Tiang Listrik, Pria Ini Malah Terancam 20 Tahun Penjara

Baca: Timnas Indonesia Berduka, Pesepakbola Alfin Farhan Lestaluhu Meninggal Dunia, Korban Gempa Ambon

Presiden Joko Widodo juga meminta jajarannya untuk dapat menyosialisasikan segala kebijakan yang diambil pemerintah kepada masyarakat dengan baik dan jelas sehingga muncul kesamaan persepsi dan tidak menimbulkan bias informasi di antara kedua pihak.

Jokowi mengamati bahwa saat ini terdapat kecenderungan yang mengakibatkan mudahnya situasi bergejolak oleh karena penyampaian dan pengelolaan isu yang kurang dipahami oleh masyarakat.

Hal-hal seperti itu, menurutnya, harus dapat dijadikan pelajaran dan pengalaman.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved