7 Tim Dayung Samosir Latihan Pakai 1 Perahu, Dispora Tak Mau Pinjamkan Lebih Banyak
Sejumlah tim dayung dragon boat di Danau Toba yang lazim disebut 'solu bolon' di Kabupaten Samosir kekurangan fasilitas latihan.
Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah tim dayung dragon boat di Danau Toba yang lazim disebut 'solu bolon' di Kabupaten Samosir kekurangan fasilitas latihan.
Niolando Naibaho, manajer Tim Dayung Ogung Star asal Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir mengatakan, tim dayung yang ada di Kabupaten Samosir tidak bisa berlatih maksimal karena Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Samosir hanya menyediakan satu perahu dragon boat.
"Atlet-atlet dayung "solu bolon" di Samosir untuk latihan dayung terpaksa harus bergantian karena hanya ada satu perahu untuk dipakai berlatih," kata Niolando di pangururan, Samosir, Selasa (5/11/2019).
Menurut Niolando, selama ini tim dari luar Kecamatan Pangururan pun terpaksa datang dari kecamatan tetangga seperti Simanindo untuk berlatih. Akibatnya, mereka hanya bisa berlatih maksimal satu kali dalam dua minggu.
Saat ini tercatat ada sebelas tim dayung "solu bolon" yang berkembang di Kabupaten Samosir. Tujuh diantaranya, Tim Lugahon, Martoba Solu Bolon, Ogung Star Siogung-ogung, dan Tim Pandulangan Sianjur Mulamula hanya bisa berlatih dengan mengharapkan satu solu bolon saja di Kecamatan Pangururan.
Menurut Niolando, melihat pertumbuhan minat pemuda mencintai dan melestarikan olahraga tradisional solu bolon yang lama redup, sewajarnya pemerintah memfasilitasi. Setidaknya, satu perahu/solu untuk satu kecamatan.
"Bagaimana pun kalau tujuh tim itu hanya berharap satu solu bolon untuk dipakai berlatih secara bergantian, tidak akan efisien. Seharusnya, ada satu solu bolon/perahu di tiap kecamatan agar tim dayung masing-masing bisa berlatih leluasa," kata Niolando berharap.
Faktor lain yang menghambat mereka berlatih selain perahu adalah tidak adanya perhatian khusus dari Persatuan Olah Raga Dayung Seluruh Indonesia (Popsi) Kabupaten Samosir. Selama ini, baik transportasi, konsumsi hingga kostum harus mereka sediakan sendiri.
Padahal tim Solu Bolon Ogung Star ini pernah juara dua pada perlombaan solu bolon Festival Danau Toba di Parapat Kabupaten Simalungun saat membawakan nama Kabupaten Samosir. Niolando meyakini, apabila ada dukungan seperti perahu untuk berlatih tentu tim-tim dayung di Pulau Samosir akan semakin semangat karena dayung solu bolon sudah turun temurun dari nenek moyang hingga mendarah daging.
Karena keterbatasan atau satu solu yang difasilitasi, tidak leluasanya latihan karena banyaknya tim dan satu hari terpaksa lima tim sekali latihan. Karenanya tim-tim dayung merasa terbengkalai latihan, padahal even Samosir Solu Bolon Festival 2019 sudah berlangsung 7-10 November 2019.
"Padahal, sesuai rute yang akan diperlombakan 850 meter sekali jalan," tambahnya lagi.
Faisal Siallagan, anggota Tim dayung Ambarita I asal Kecamatan Simanindo Samosir menyampaikan hal serupa. Kata Faisal dia dan timnya terpaksa pulang pergi ke Kecamatan Pangururan untuk berlatih di Desa Jungat.
Kendala utama kata Faisal saat ini karena minimnya fasilitas perahu. Selama ini mereka rela mengeluarkan biaya sendiri mulai dari transportasi, kostum dan konsumsi demi meminjam perahu dan datang jauh-jauh dari Kecamatan Simanindo ke Kecamatan Pangururan.
Faisal berharap, perahu atau solu bolon yang ada enam unit semestinya bisa dipinjamkan Pemkab ke tiap Kecamatan. Katanya jam latihan mereka tergantung fasilitas perahu, dan kalau perahu memang ada setiap hari pun mereka bisa berlatih di Danau Toba.
"Semua tergantung perahu/solu. Kalau ada solu setiap hari pun kami bisa berlatih, dan terbukti waktu pertandingan Dragon Boat Piala Kapolda di Parapat, Simalungun kami mengharumkan nama Samosir meraih juara 2," ujar Faisal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim_dayung_ogung_star.jpg)