News Analysis

Anggota Dewan Gadaikan SK, Pengamat Sosial: Mereka Memang Butuh Uang Banyak

Realitas anggota DPRD menggadaikan SK pengangkatan bukanlah hal yang baru.

Anggota Dewan Gadaikan SK, Pengamat Sosial: Mereka Memang Butuh Uang Banyak
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 mengikuti prosesi pengambilan sumpah pada Rapat Paripurna Pelantikan Anggota Dewan, di Medan, Sumatera Utara, Senin (16/9/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Oleh:  Agus Suriadi-Pengamat Sosial USU

TRIBUN-MEDAN.com-Realitas anggota DPRD menggadaikan SK pengangkatan bukanlah hal yang baru.

Beberapa tahun belakangan, tiap usai pemilihan, banyak anggota dewan terpilih yang menggadaikan Surat Keputusan (SK) Penetapan mereka.

Pertanyaannya, kenapa gadai ini jadi pilihan?

Ada beberapa sebab yang bisa dikedepankan, yang kesemuanya bermuara pada satu hal: mereka, para anggota dewan terpilih itu, memang butuh uang banyak.

Hitung-hitungan sudah dilakukan sejak mereka dipastikan terpilih. Alokasinya sudah ada. Uang ini akan mereka gunakan, pertama, untuk membiayai bimtek. Bimbingan teknis yang merupakan aktivitas partai.

Sebagai anggota partai yang sudah duduk di kursi DPR, entah di pusat maupun daerah, mereka tentu "dituntut" untuk memberikan semacam "sumbangan".

Kedua, hitung-hitungan soal dana kampanye yang lalu. Tidak sedikit dana yang dikeluarkan. Tidak sedikit yang pada saat itu memakai dana pinjaman, dan yang namanya pinjaman, tentu harus dikembalikan.

Syukur-syukur jumlahnya tidak berlipat. Belum lagi jika mereka masih tersangkut utang. Misalnya, utang kepada tim sukses.

Dari sini, kita bisa melihat gambaran, betapa mereka dihadapkan pada bayangan pengeluaran. Padahal di sisi yang lain, aktivitas sebagai anggota dewan belum ada. Dengan kata lain, pengeluaran sudah banyak, penghasilan belum ada.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved